Rohmat, Mujib (2018) REKONSTRUKSI KEWENANGAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DALAM ERA REFORMASI BERBASIS HUKUM PROGRESIF. Doctoral thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

| Preview Download (76kB)
[thumbnail of babI.pdf]
Preview
Text
babI.pdf

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of babII.pdf] Text
babII.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of babIII.pdf] Text
babIII.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of babIV.pdf] Text
babIV.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of babV.pdf] Text
babV.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of babVI.pdf] Text
babVI.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

| Preview Download (806kB)
[thumbnail of Daftarisi.pdf]
Preview
Text
Daftarisi.pdf

| Preview Download (74kB)
[thumbnail of daftar_pustaka.pdf]
Preview
Text
daftar_pustaka.pdf

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of lampiran.pdf]
Preview
Text
lampiran.pdf

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of pernyataan_publikasi.pdf]
Preview
Text
pernyataan_publikasi.pdf

| Preview Download (593kB)

Abstract

ABSTRAK

Perubahan UUD 1945 pada awal era Reformasi (1999-2002) oleh MPR menyebabkan pengurangan kewenangan MPR secara fundamental, antara lain Presiden tidak lagi bertanggung jawab kepada MPR, tidak lagi berwenang memilih Presiden dan Wakil Presiden, tidak lagi berwenang menyusun garis-garis besar daripada haluan negara (termasuk GBHN di dalamnya), dan tidak berwenang membuat Ketetapan MPR yang bersifat pengaturan (regeling). Pengurangan kewenangan MPR itu membawa dampak, yakni berkurangnya secara signifikan peran MPR dalam ikut mengatur dan mengarahkan penyelenggaraan negara, penyelenggaraan negara tidak lagi memiliki garis-garis besar haluan daripada negara (termasuk GBHN), serta MPR tidak lagi mempunyai kedudukan dan peranan utama dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Kondisi ini perlu direkonstruksi dan untuk itu dibutuhkan penelitian. Jenis penelitian adalah penelitian hukum empiris dengan mengunakan pendekatan yuridis sosiologis, jenis data berupa primer dan sekunder, tipe penelitian adalah kualitatif dengan teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah perlunya dilakukan penambahan kewenangan MPR berupa membuat Pokok-Pokok Haluan Negara, membuat Ketetapan MPR yang bersifat mengatur (regeling), membuat tafsir terhadap UUD NRI Tahun 1945 dan menyelenggarakan sidang tahunan. Untuk itu dibutuhkan rekonstruksi terhadap UUD NRI Tahun 1945, UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), dan pembentukan UU tersendiri tentang MPR.

Kata kunci: Majelis Permusyawaratan Rakyat, kewenangan, rekonstruksi

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Program Doktor Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 30 Apr 2019 02:06
Last Modified: 30 Apr 2019 02:06
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/12153

Actions (login required)

View Item View Item