Fitria, Nuria (2018) HUBUNGAN KUALITAS HIDUP DAN TINGKAT DEPRESI PADA PENDERITA PASCA STROKE ISKEMIK - Studi Analitik Observasional di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Periode Juni – Desember 2016. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

Text
COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (843kB)
Text
ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (11kB)
Text
DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (164kB)
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (152kB)
Text
PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (191kB)
Text
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (221kB)
Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (397kB)
Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (211kB)
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (181kB)
Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (147kB)

Abstract

Kasus depresi pasca stroke belum mendapat perhatian yang intens, dan hanya sebagian kecil yang didiagnosis atau dirawat secara benar.Pasien dengan depresi pasca stroke oleh karena itu berisiko memiliki status fungsional yang lebih rendah, peningkatan kerusakan kognitif, dan bahkan tingkat kematian yang lebih tinggi daripada pasien stroke tanpa depresi.Penelitian ini bermaksud mengetahui hubungan antara kualitas hidup dan tingkat depresi pasien pasca stroke iskemik.
Penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada 32 pasien stroke iskemik di Poli Saraf Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang periode Juni-Desember 2016. Tingkat depresi diukur dengan Beck Depression Index (BDI) dan kualitas hidup diukur dengan Stroke Specific Quality of Life Scale (SS-QOL). Uji rank spearman digunakan untuk mengetahui hubungan kualitas hidup dan tingkat depresi pada tingkat kemaknaan p<0,05.
Pasien stroke tanpa depresi sebanyak 12,5% semuanya memiliki kualitas hidup baik, demikian juga dengan 28,1% pasien dengan gangguan mood ringan juga memiliki kualitas hidup baik. sebaliknya sebanyak 15,6% pasien depresi ringan, 31,3% depresi sedang, 9,4% depresi berat dan 3,1% depresi ekstrim masing-masing memiliki kualitas hidup kurang baik. Nilai p yang diperoleh dari uji rank Spearman sebesar 0,000 dengan r = 0,877 menunjukkan ada hubungan positif yang sangat kuat antara kualitas hidup dan tingkat depresi dengan pasien pasca stroke iskemik.
Kesimpulan keparahan depresi berpengaruh pada buruknya kualitas hidup.

Kata kunci: Tingkat Depresi, Kualitas Hidup

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Date Deposited: 05 Oct 2018 04:05
Last Modified: 05 Oct 2018 04:05
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/11123

Actions (login required)

View Item
View Item