KARAKTER RUANG KAWASAN TAMAN TINGKIR SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PERKOTAAN KOTA SALATIGA
Berkas Tugas Akhir
COVER.pdf
Restricted to Registered users only
ABSTRAK.pdf
Restricted to Registered users only
DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Registered users only
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Seiring dengan semakin berkembangnya jumlah penduduk, maka kota akan mengalami perubahan pemanfaatan lahan yang sangat cepat, khususnya terjadi perubahan pemanfaatan lahan dari ruang terbuka menjadi ruang terbangun. Salah satu dampak dari tingginya tingkat pemanfaatan lahan adalah semakin berkurangnya ruang terbuka hijau di perkotaan. Pemerintah Kota Salatiga sedang gencar – gencarnya menambah ruang terbuka hijau guna menerapkan 30% wilayah digunakan sebagai ruang terbuka hijau. Taman Tingkir merupakan bentuk penerapan program pemerintah dengan menerapkan berbagai konsep didalamnya seperti Green Design, Green Open Space, Green Water, dan Green Waste. Selain konsep – konsep tersebut, Taman Tingkir juga dapat digunakan sebagai playground dan sport park yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukungnya sehingga hal ini menjadi daya tarik warga untuk memanfaatkan taman tersebut. Daya tarik yang kuat di kawasan ini memicu munculnya berbagai aktivitas pengguna ruang (masyarakat) dengan memanfaatkan berbagai ruang di Kawasan Taman Tingkir.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menemukan karakter ruang kawasan Taman Tingkir yang kini mampu menjadi daya tarik pengunjung masyarakat setempat. Dalam penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan pendekatan deduktif fenomenologi. Ruang terbuka hijau Taman Tingkir merupakan ruang terbuka binaan yang sifatnya umum dimanfaatkan oleh berbagai kalangan mulai dari anak – anak, lansia dan difable. Karakter ruang kawasan Taman Tingkir ini ditemukan melalui beberapa proses seperti menemukan sub tema, tema, dan konsep. Sub tema ditemukan dalam pemanfaatan ruang di Kawasan Taman Tingkir. Tema yang ditemukan yaitu Kawasan Taman Tingkir sebagai ruang bersantai, menunggu, bermain, berolahraga, dan jual beli. Sedangkan konsep dikategorisasikan menjadi identitas berupa plasa, taman bermain, desain taman; struktur berupa ruang tunggu, rekreasi, ekonomi ; dan makna berupa ruang santai. Ketiga komponen tersebut merumuskan karakter ruang Kawasan Taman Tingkir sebagai ruang rekreasi.
Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Taman Kota, Karakter
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
