ANALISIS KETERLAMBATAN PROYEK PADA PEKERJAAN PENANGANAN ABRASI PULAU PANJANG KABUPATEN JEPARA
Berkas Tugas Akhir
ABSTRAK.pdf
Restricted to Registered users only
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Registered users only
COVER.pdf
Restricted to Registered users only
PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Idealnya dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi, seluruh komponen kontrak konstruksi diuraikan secara jelas kepada pengguna jasa mengenai surat perjanjian, spesifikasi teknis, gambar rencana surat perjanjian, syarat umum dan syarat khusus serta daftar kuantitas. Selain itu, suatu proyek konstruksi umumnya memiliki rencana dan jadwal pelaksanaan untuk membatasi waktu penyelesaian pekerjaan proyek. Namun, banyak kasus yang dialami dalam dunia konstruksi adanya ketidaksesuaian antara rencana dan jadwal pelaksanaan yang telah dibuat dengan realisasi di lapangan sehingga mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis variabel faktor tenaga kerja, alat kerja, material, keuangan, manajerial serta perencanaan dan penjadwalan mempunyai pengaruh signifikan terhadap keterlambatan proyek pada pekerjaan penanganan abrasi Pulau Panjang. (2) Menganalisis variabel yang paling dominan tentang keterlambatan proyek pada pekerjaan penanganan abrasi Pulau Panjang
Penelitian dilaksanakan dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di DPUPR Kabupaten Jepara. Hasil sampling 40 orang anggota responden. Analisis datanya menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS V.21.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) variabel yang ditinjau meliputi tenaga kerja, alat kerja, material, keuangan, manajerial serta perencanaan dan penjadwalan semuanya memberikan kontribusi terhadap keterlambatan proyek penanganan abrasi Pulau Panjang hal ini dapat terlihat dari nilai F hitung sebesar 136.288 sedangkan untuk nilai F tabelnya sebesar 2.34 (df 1 = 3 dan df 2 = 40-3-1 = 36). Selain itu diperoleh nilai signifikansinya sebesar 0,000 adalah lebih kecil dari taraf signifikansinya sebesar 0,05. (2) Variabel yang paling berpengaruh / dominan terhadap keterlambatan proyek pada pekerjaan penanganan abrasi Pulau Panjang adalah keuangan serta perencanaan dan penjadwalan.
Kata Kunci: Proyek Konstruksi, Pekerjaan, Keterlambatan Proyek
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
