Mawaddah, Nashriatul (2017) PERBEDAAN INDEKS KEBUTUHAN PERAWATAN PERIODONTAL (CPITN) ANAK NORMAL DAN ANAK TUNARUNGU DI SD N 1 TEGALDOWO DAN SLB-B YPSLB GEMOLONG. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran Gigi UNISSULA.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

| Preview Download (89kB)
[thumbnail of COVER.pdf]
Preview
Text
COVER.pdf

| Preview Download (613kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

| Preview Download (171kB)
[thumbnail of PUBLIKASI_1.pdf]
Preview
Text
PUBLIKASI_1.pdf

| Preview Download (166kB)
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf

| Preview Download (98kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (368kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (115kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (135kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (87kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

| Preview Download (228kB)

Abstract

Orang normal mempunyai kemampuan penginderaan untuk melakukan penilaian maupun pemeliharaan kesehatan rongga mulut. Gangguan pendengaran yang dialami oleh anak tunarungu menimbulkan hambatan dalam penilaian maupun pemeliharaan kesehatan rongga mulut. Kondisi gigi dan jaringan periodontal merupakan hal penting dalam kesehatan dan kesejahteraan tubuh secara umum serta mempengaruhi kualitas kehidupan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan indeks kebutuhan perawatan periodontal (CPITN)
antara anak normal di SD N 1 Tegaldowo Gemolong dengan anak tunarungu SLB-B YPSLB Gemolong.
Metode penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Subjek penelitian terdiri dari 31 anak tunarungu dan 83 anak normal. Kedua kelompok dilakukan pengukuran kondisi periodontal dengan menggunakan probe WHO. Setelah dilakukan pengukuran ditetapkan indeks
CPITN dengan melihat skor tertinggi. Penelitian dianalisis dengan menggunakan uji statistik non parametrik berupa uji Mann-Whitney.
Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney didapatkan nilai 0,003 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara CPITN anak normal dengan anak tunarungu.
Kesimpulan yang diperoleh adalah status jaringan periodontal tertinggi anak normal adalah perdarahan gingival dan perlu mendapatkan penyuluhan dan demonstrasi tentang kesehatan gigi dan mulut. Anak tuna rungu memiliki skor tertinggi adanya kalkulus sub dan supragingiva serta perlu mendapat penyuluhan dan demonstrasi disertai perawatan scaling.

Kata kunci : anak tunarungu, anak normal, jaringan periodontal, indeks CPITN

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi
Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Dokter Gigi
Depositing User: Pustakawan Reviewer UNISSULA
Date Deposited: 24 Nov 2017 02:35
Last Modified: 24 Nov 2017 02:35
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/7869

Actions (login required)

View Item View Item