HUBUNGAN KADAR GLUKOSA SALIVA TERHADAP KELAINAN JARINGAN PERIODONTAL (Studi terhadap Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Tidak Terkontrol)
Berkas Tugas Akhir
11. BAB I Pendahuluan.pdf
Restricted to Registered users only
12. BAB II Tinjauan Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only
13. BAB III Metode Penelitian.pdf
Restricted to Registered users only
14. BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan.pdf
Restricted to Registered users only
15. BAB V Kesimpulan dan Saran.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Saliva merupakan biofluid alternatif yang dapat digunakan untuk deteksi dini penyakit sistemik, salah satunya diabetes mellitus. Kadar glukosa saliva pada penderita diabetes cenderung lebih tinggi sehingga meningkatkan prevalensi penyakit periodontal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar glukosa saliva penderita diabetes mellitus tipe 2 tidak terkontrol terhadap kelainan jaringan periodontal.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, dengan rancangan penelitian cross sectional. Dilakukan terhadap penderita diabetes mellitus tipe 2 tidak terkontrol di Poliklinik Keluarga Miskin Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Pengambilan sampel menggunakan metode insidental consecutive sampling. Sampel sebanyak 40 orang diperiksa status jaringan periodontal menggunakan kriteria CPITN dan kadar glukosa saliva.
Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Spearman dan didapat nilai koefisien korelasinya 0,86 yang artinya terdapat hubungan yang sangat kuat antara kadar glukosa saliva dengan kelainan jaringan periodontal. Semakin tinggi kadar glukosa saliva akan meningkatkan keparahan status kelainan jaringan periodontal.
Kata kunci : kadar glukosa saliva, diabetes mellitus tipe 2, kelainan jaringan periodontal
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
