Kamil, Tuti Awalia (2016) UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN SRIKAYA (Annona squamosa L) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR SECARA INVIVO. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[thumbnail of cover_1.pdf]
Preview
Text
cover_1.pdf

| Preview Download (934kB)
[thumbnail of abstrak_1.pdf]
Preview
Text
abstrak_1.pdf

| Preview Download (927kB)
[thumbnail of daftar isi_1.pdf]
Preview
Text
daftar isi_1.pdf

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of bab I_1.pdf] Text
bab I_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (951kB)
[thumbnail of bab IV_1.pdf] Text
bab IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of bab V_1.pdf] Text
bab V_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of bab III_1.pdf] Text
bab III_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of daftar pustaka_1.pdf]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of bab II_1.pdf] Text
bab II_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (1MB)

Abstract

Daun Srikaya memiliki khasiat empirik sebagai penurun panas. Daun Srikaya mengandung flavonoid yang mampu menghambat prostaglandin sehingga mempunyai efek antipiretik. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik ekstrak etanolik 70% daun srikaya (Annona squamosa L.) pada tikus jantan galur wistar.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian post test only randomized control group design. Penelitian menggunakan 25 ekor tikus jantan galur wistar, yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok secara acak dan tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Setiap kelompok diinjeksi dengan vaksin DPT-Hb-Hib 0,3 ml secara I.M untuk menimbulkan demam. Kemudian kelompok I, II, III secara berturut-turut sebagai kelompok ekstrak dosis 720 mg/kgBB, 1080 mg/kgBB dan 1440 mg/KgBB. Kelompok IV kontrol positif (parasetamol 6,3 mg/100 g BB) dan kelompok V (CMC-Na 0,5%). Semuanya diberikan secara peroral secara single dose. Pengukuran suhu dilakukan sebelum pemberian vaksin DPT-Hb-Hib, 3 jam setelah pemberian vaksin DPT-Hb-Hib dan 30 menit sekali setelah perlakuan sampai menit 240.
Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok dosis I, II, III pada menit-90 sampai 240 dengan p < 0,05.
Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ekstrak etanolik 70% daun srikaya memiliki efek antipiretik pada tikus jantan galur wistar secara in vivo.

Kata kunci: antipiretik, ekstrak daun srikaya (Annona squamosa L), vaksin DPT-Hb-Hib.

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Farmasi > Farmasi
Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Pustakawan Reviewer UNISSULA
Date Deposited: 08 Sep 2016 02:39
Last Modified: 08 Sep 2016 02:39
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/4849

Actions (login required)

View Item View Item