Rahmatullah, Imam (2026) METODE PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN SEORANG GURU MENURUT IMAM AL GHAZALI (STUDI KASUS RIBATH BAHRUNNUR MUKALLA HADRAMAUT YAMAN). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Text
Magister Pendidikan Agama Islam_21502401037_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (1MB)
Text
Magister Pendidikan Agama Islam_21502401037_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (218kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kepribadian seorang guru menurut Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dan kitab Minhajul ‘Abidin, (2) mengetahui metode yang digunakan Ribath Bahrunnur dalam pembentukan kepribadian seorang guru. (3) Pencapaian pembentukan kepribadian guru pada Ribath Bahrunnur menurut Imam AL Ghazali. (4) relevansi konsep Imam Al Ghazali terhadap konsep guru masa kini. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan Studi Kasus. Penelitian ini dilakukan di Ribath Bahrunnur Fuwah Masakin Mukalla Hadramaut Yaman dengan melakukan metode wawancara dan observasi serta dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Kepribadian seorang guru menurut Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin adalah 8 poin. Diantaranya yaitu bersikap kasih sayang terhadap para peserta didik, meneladani Rasulullah SAW dalam hal tidak meminta imbalan apa pun atas pelajaran yang ia berikan, selalu menasihati peserta didiknya, mencegah peserta didik dari perbuatan tercela, mempunyai spesialisasi dalam suatu bidang ilmu tertentu dan tidak menjelek-jelekkan bidang ilmu lainnya, memberikan pelajaran untuk seorang peserta didik sekedar yang mampu dipahaminya, harus arif dan bjaksana dalam menyampaikan ilmu, serta menjadi teladan yang baik untuk muridnya dengan mengamalkan ilmunya. Sedangkan dalam kitab Minjahul ‘Abidin, Imam Al Ghazali menekankan bahwa kedudukan seorang ustadz ada 3 yaitu pembuka (Al fatih), pemberi kemudahan (As saahil), pengantar menuju kesuksesan (At Tahshil). (2) Ribath Bahrunnur memiliki agenda-agenda yang mampu mendorong pembentukan kepribadian seorang guru disana menjadi lebih baik. Diantaranya adalah mendatangkan guru tamu dari luar kota, pembacaan kitab maulid dan ziarah makam ulama. (3) Pengajar di Ribath Bahrunnur Mukalla Yaman telah mencapai 8 poin pembentukan kepribadian guru sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Imam AL Ghazali. (4) Pemikiran Imam Al Ghazali tentang konsep kepribadian guru pada Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin dan Minhajul ‘Abidin sangat relevan terhadap karakteristik kepribadian guru masa kini di Indonesia yang berpacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru. Karena sama-sama mengacu pada pembentukan karakter seorang guru dalam menjadi tauladan bagi murid-muridnya. Mulai dari tindakan serta moral-moral yang harus dimiliki. Seperti arif dan bijaksana, bertanggung jawab serta menjunjung tinggi kode etik profesi guru. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kesuksesan peserta didik.
Kata kunci: Kepribadian Guru, Imam Al Ghazali, Ribath Bahrunnur, Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin dan Minhajul ‘Abidin

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Agama Islam > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Pendidikan Islam
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Pendidikan Islam
Pascasarjana
Fakultas Agama Islam
Date Deposited: 18 Aug 2026 03:53
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/48233

Actions (login required)

View Item
View Item