Nurdin, Nurdin (2025) EVALUASI PENERAPAN PRINSIP 5C DALAM PENYALURAN KREDIT UMKM: ANALISIS KOMPARATIF BERDASARKAN DATA SEKTORAL OJK DAN BI DI WILAYAH MAKASSAR. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Magister Manajemen_20402400297_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (849kB)
Magister Manajemen_20402400297_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (660kB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena peningkatan risiko kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, termasuk di wilayah Makassar, yang mengindikasikan adanya kelemahan dalam proses analisis kredit. Prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition) merupakan fondasi utama dalam analisis kelayakan debitur, namun implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis penerapan prinsip 5C dalam penyaluran kredit UMKM di wilayah Makassar berdasarkan data sektoral OJK dan BI; (2) Melakukan analisis komparatif antar sektor ekonomi untuk mengidentifikasi sektor yang paling rentan terhadap kredit macet; dan (3) Mengevaluasi faktor-faktor dominan dari aspek 5C yang berkontribusi terhadap NPL di masing-masing sektor.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) dan analisis komparatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari publikasi resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), meliputi Statistik Perbankan Indonesia (SPI), Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Sulawesi Selatan, serta laporan-laporan terkait profil risiko kredit UMKM. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) dan analisis komparatif konstan, yaitu dengan membandingkan data NPL dan karakteristik antar sektor ekonomi (pertanian, perdagangan, industri pengolahan, jasa) lalu menginterpretasikannya menggunakan kerangka prinsip 5C.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat variasi tingkat NPL antar sektor ekonomi di wilayah Makassar, dengan sektor perdagangan dan sektor pertanian cenderung memiliki NPL lebih tinggi dibanding sektor jasa dan industri pengolahan; (2) Faktor Condition (kondisi eksternal) dan Capacity (kapasitas usaha) menjadi faktor dominan penyebab kredit macet di seluruh sektor, tercermin dari data makro seperti fluktuasi daya beli masyarakat (sektor perdagangan), perubahan iklim dan kebijakan impor (sektor pertanian), serta persaingan usaha dan digitalisasi (sektor jasa); (3) Aspek Character dan Collateral lebih berfungsi sebagai faktor mitigasi di awal, namun tidak cukup kuat mencegah macet jika kondisi eksternal memburuk secara signifikan; (4) Aspek Capital yang tipis menjadi kelemahan struktural UMKM di semua sektor, sehingga ketika terjadi guncangan, tidak ada dana cadangan (buffer) untuk bertahan. Penelitian ini merekomendasikan agar perbankan, khususnya BRI di wilayah Makassar, melakukan reorientasi analisis kredit dengan menajamkan asesmen terhadap aspek Condition dan Capacity, mengembangkan early warning system berbasis data eksternal, serta melakukan pendekatan restrukturisasi secara proaktif.
Kata Kunci: Prinsip 5C, Kredit UMKM, NPL, Analisis Sektoral, Makassar, OJK, BI.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management |
| Divisions: | Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Manajemen Pascasarjana |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 02:53 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45694 |
