EVALUASI SISTEM GROUNDING DAN SIMULASI METODE PROTEKSI PETIR PADA TOWER BTS PT. TELKOM INDONESIA WILAYAH MAJAPAHIT
Berkas Tugas Akhir
Teknik Elektro_30601900052_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Indonesia memiliki intensitas petir yang tinggi karena letak geografisnya di daerah khatulistiwa, sehingga infrastruktur telekomunikasi seperti Base Transceiver Station (BTS) sangat rentan terhadap kerusakan akibat sambaran petir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan sistem grounding pada BTS PT. Telkom Indonesia di wilayah Majapahit, Semarang, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi risiko petir. Metode penelitian meliputi pengukuran resistansi grounding menggunakan Earth Tester dengan konfigurasi elektroda plat dan batang tembaga, serta simulasi proteksi petir menggunakan metode Rolling Sphere dan Faraday Cage pada berbagai jenis tanah (basah, kering, dan berbatu). Hasil pengukuran menunjukkan nilai resistansi grounding 3,53 Ω untuk elektroda plat dan 2,74 Ω untuk elektroda batang, yang keduanya berada di bawah standar PUIL 2000 (≤ 5 Ω). Simulasi proteksi petir menunjukkan bahwa metode Faraday Cage lebih efektif dalam mendistribusikan arus petir secara merata dibandingkan Franklin Rod, terutama pada kondisi tanah berbatu yang memiliki resistivitas tinggi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sistem grounding BTS Majapahit sudah memenuhi standar teknis nasional dan internasional, namun disarankan adanya evaluasi berkala dan perawatan sistem grounding untuk menjaga keandalan perlindungan terhadap sambaran petir di masa mendatang.
Kata kunci: Analisis Efektivitas Grounding, Proteksi Petir, Tower Telekomunikasi
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
