Prahesti, Eka (2026) KAMUFLASE PRINSIP AKUNTANSI SYARIAH TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN KSPPS KOTA BOJONEGORO DALAM PERSPEKTIF ULAMA KHOS. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
|
Text
Magister Akuntansi_21402300007_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Magister Akuntansi_21402300007_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kamuflase dalam penerapan prinsip akuntansi syariah pada pengelolaan keuangan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) di Kota Bojonegoro serta mengkajinya dari perspektif Ulama Khos. Maraknya peralihan koperasi konvensional menjadi koperasi syariah di Bojonegoro menimbulkan kekhawatiran adanya praktik kamuflase, di mana label syariah digunakan sebagai pembungkus administratif sementara substansi operasionalnya masih menyerupai sistem konvensional.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengelola KSPPS, anggota, dan dua Ulama Khos (Kyai Budi Hardjono dari Semarang dan Kyai Ruhani dari Bojonegoro), serta studi dokumentasi laporan keuangan dan draf akad. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan temuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat KSPPS yang diteliti (BMT Kemitraan, BMT Amanah, BTM Dinar Nasyiah, dan BMT Darussalam), ditemukan indikasi kamuflase dalam beberapa aspek: (1) praktik prediksi bagi hasil di awal yang menyerupai bunga konvensional, termasuk temuan bagi hasil hingga 100% pada salah satu BMT; (2) pengakuan denda keterlambatan (ta'zir) sebagai pendapatan operasional, bukan sebagai dana kebajikan sebagaimana diatur PSAK 102; (3) implementasi akad murabahah yang tidak sesuai substansi, di mana pencairan dana dilakukan dalam bentuk tunai tanpa transparansi harga beli barang; (4) pengalihan akad dari musyarakah ke ijarah multijasa untuk menghindari risiko; dan (5) keterbatasan transparansi laporan keuangan kepada anggota.
Faktor penyebab ketidakpatuhan meliputi keterbatasan sumber daya manusia, tekanan kompetisi dengan lembaga konvensional dan pinjol, serta optimalisasi peran Dewan Pengawas Syariah yang belum maksimal. Perspektif Ulama Khos memberikan landasan evaluasi yang komprehensif: Kyai Budi menekankan pendekatan kontekstual berbasis kemaslahatan dan kaidah memilih mudharat yang lebih ringan, sementara Kyai Ruhani menegaskan pentingnya kesesuaian akad dengan fiqih muamalah secara normatif. Keduanya sepakat bahwa label syariah tidak boleh sekadar kamuflase, melainkan harus diwujudkan secara substansial dalam praktik yang adil, transparan, dan membawa kemaslahatan.
Penelitian ini merekomendasikan revitalisasi akad, standarisasi pengelolaan denda ke dalam dana kebajikan, penguatan peran DPS, peningkatan literasi anggota, serta pendampingan berkelanjutan dari regulator dan akademisi untuk mewujudkan praktik akuntansi syariah yang autentik.
Kata Kunci: Kamuflase, Prinsip Akuntansi Syariah, KSPPS, Ulama Khos, Sharia Enterprise Theory, Maqashid Syariah, PSAK 102
| Dosen Pembimbing: | Suprianto, Edy | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting |
| Divisions: | Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Akuntansi Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Akuntansi Pascasarjana |
| Depositing User: | Pustakawan 5 UNISSULA |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 06:16 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/45340 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
