library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

EVALUASI POLA PERESEPAN OBAT RASIONAL BERDASARKAN INDIKATOR WHO PADA PASIEN ASMA DI KLINIK MEDICAL CENTER WAY KANAN LAMPUNG

Detail Tugas Akhir

EVALUASI POLA PERESEPAN OBAT RASIONAL BERDASARKAN INDIKATOR WHO PADA PASIEN ASMA DI KLINIK MEDICAL CENTER WAY KANAN LAMPUNG

JUMIAH, JUMIAH (2025) EVALUASI POLA PERESEPAN OBAT RASIONAL BERDASARKAN INDIKATOR WHO PADA PASIEN ASMA DI KLINIK MEDICAL CENTER WAY KANAN LAMPUNG. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Farmasi_33102300270_fullpdf.pdf
PDF
Text
Farmasi_33102300270_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (139kB)

Abstract

Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu indikator penting dalam mutu pelayanan kesehatan, terutama pada penyakit kronis seperti asma yang memiliki angka kekambuhan tinggi. Evaluasi terhadap pola peresepan diperlukan untuk memastikan kesesuaian terapi dengan pedoman klinis serta standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Penelitian ini bertujuan menilai rasionalitas peresepan obat pada pasien asma di Klinik Medical Center Way Kanan, Lampung.
Penelitian menggunakan desain observasional non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien asma rawat jalan periode Januari–Mei 2025. Sebanyak 86 resep dengan total 217 item obat dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan lima indikator WHO, yaitu jumlah rata-rata obat per resep, persentase obat generik, penggunaan antibiotik, penggunaan injeksi, serta kesesuaian peresepan dengan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN).
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah obat per resep sebesar 2,5 item, masih mendekati standar WHO (1,6–1,8). Persentase penggunaan obat generik sebesar 38%, jauh di bawah standar WHO (100%). Penggunaan antibiotik sebesar 22% masih sesuai standar, meskipun terdapat indikasi peresepan pada kasus asma tanpa infeksi jelas. Penggunaan injeksi sebesar 2,3% menunjukkan praktik yang selektif. Seluruh obat yang diresepkan (100%) sesuai dengan DOEN, mencerminkan kepatuhan terhadap kebijakan obat esensial.
Secara umum, peresepan obat pada pasien asma di klinik ini cukup rasional, terutama dalam penggunaan obat esensial dan pengendalian injeksi. Namun, perlu peningkatan penggunaan obat generik dan kehati-hatian dalam pemberian antibiotik agar sesuai pedoman terapi serta standar WHO.
Kata kunci: rasionalitas obat, indikator WHO, asma, obat generik, peresepan

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints