ARDANA, FITRILIA RACHMA (2025) EVALUASI MEKANISME TANAMAN BUNGUR (Lagerstroemia speciosa) DAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP DIABETES MELLITUS TIPE 2 MELALUI NETWORK PHARMACOLOGY. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
|
Text
Farmasi_33102300262_fullpdf.pdf |
|
|
Text
Farmasi_33102300262_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
Abstract
Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolik kompleks yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Tanaman bungur (Lagerstroemia speciosa) dan kayu manis (Cinnamomum burmanii) diketahui memiliki aktivitas antidiabetes, namun mekanisme farmakologi molekulernya belum dipahami secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis senyawa aktif kedua tanaman dan menjelaskan mekanisme kerjanya terhadap DMT2 melalui pendekatan network pharmacology.
Penelitian dilakukan secara in silico menggunakan berbagai basis data bioinformatika. Identifikasi senyawa aktif diperoleh dari KNApSAcK dan literatur, kemudian disaring menggunakan aturan Lipinski dan dianalisis aktivitas farmakologinya dengan PASS Online. Prediksi target protein dilakukan menggunakan SwissTargetPrediction, sedangkan data gen terkait DMT2 diperoleh dari GeneCards. Analisis interaksi protein-protein (PPI) dilakukan melalui STRING dan Cytoscape, dilanjutkan dengan analisis pengayaan jalur (GO dan KEGG) menggunakan DAVID.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 senyawa aktif pada kayu manis dan 26 senyawa pada bungur yang memenuhi kriteria Lipinski dan memiliki potensi aktivitas farmakologis. Dari hasil prediksi, diperoleh 361 gen irisan antara bungur dengan DMT2, serta 246 gen irisan antara kayu manis dengan DMT2. Analisis PPI mengidentifikasi 10 gen kunci (hub genes): TNF, IL6, AKT1, SRC, CASP3 untuk bungur; EGFR, PTGS2, HIF1A, NFKB1, ESR1 untuk kayu manis. Analisis KEGG menunjukkan keterlibatan gen-gen tersebut dalam jalur sinyal penting, antara lain AGE-RAGE signaling pathway in diabetic complications untuk bungur, dan PD-L1 expression and PD-1 checkpoint pathway in cancer untuk kayu manis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa bungur dan kayu manis memiliki potensi sebagai agen antidiabetes dengan mekanisme multi-target. Tanaman bungur bekerja terutama melalui pencegahan komplikasi diabetes dan aktivitas antimikroba, sementara kayu manis fokus pada imunomodulasi dan regulasi metabolisme glukosa. Kontribusi utama penelitian adalah menyediakan peta jalan molekuler untuk pengembangan fitofarmaka DMT2 dan landasan formulasi herbal sinergis. Keterbatasan meliputi pendekatan in silico yang memerlukan validasi eksperimental lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas terapeutik.
Kata kunci: Diabetes mellitus tipe 2, Lagerstroemia speciosa, Cinnamomum burmanii, network pharmacology, hub genes
| Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Farmasi Fakultas Farmasi > Mahasiswa FF - Skripsi Farmasi Fakultas Farmasi > Mahasiswa FF - Skripsi Farmasi |
| Depositing User: | Pustakawan 4 UNISSULA |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 08:54 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/44105 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
