PENGARUH PEMBERIAN GEL EKSTRAK JINTAN PUTIH TERHADAP KADAR TNF-α DAN KADAR SOD (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar Model Luka Eksisi)
Berkas Tugas Akhir
Magister Biomedik_MBK2423010446_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Kadar TNF-α (Tumor Necrosis Factor-alpha) yang berlebihan dan aktivitas antioksidan SOD (Superoxide Dismutase) yang rendah dapat mengganggu penyembuhan luka. Jintan putih (Cuminum cyminum L.) dikenal dengan sifat antiinflamasi dan antioksidan, namun pengaruhnya terhadap kadar TNF-α dan kadar SOD dalam penyembuhan luka masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian gel ekstrak jintan putih (EJP) terhadap kadar TNF-α dan kadar SOD pada luka eksisi tikus Wistar jantan.
Metode: Penelitian eksperimental in vivo post-test only control group design dilakukan pada 25 tikus Wistar jantan (2-3 bulan, 180-220 g) dibagi dalam lima kelompok secara acak sederhana: K1 (kelompok sehat), K2 (kontrol negatif, gel basis), K3 (kontrol positif, povidone iodine), K4 (gel EJP 10%), dan K5 (gel EJP 20%). Luka eksisi dibuat 8 mm pada kulit punggung tikus, diobati 2 kali sehari secara topikal selama 5 hari. Pada hari keenam, jaringan luka diambil untuk pengukuran kadar TNF-α dan kadar SOD menggunakan ELISA. Data dianalisis dengan uji ANOVA dilanjutkan uji Post Hoc.
Hasil: Kelompok Gel EJP 20% menunjukkan kadar TNF-α (284,24 ± 20,39 ng/L) sama dengan kelompok sehat dan berbeda signifikan dibandingkan kontrol negatif (p=0,007). Kadar SOD juga tertinggi pada Gel EJP 20% (5,708 ± 1,156 ng/mL), dengan perbedaan signifikan terhadap kontrol negatif (p=0,003).
Kesimpulan: Pemberian gel ekstrak jintan putih berpengaruh terhadap kadar TNF-α dan kadar SOD pada luka eksisi tikus Wistar jantan, menunjukkan efek antiinflamasi dan antioksidan yang mempercepat proses penyembuhan luka.
Kata Kunci: jintan putih, TNF-α, SOD, luka eksisi, tikus Wistar
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
