JUSI, ULFA (2025) PERILAKU TANAH LUNAK PADA SUBGRADE JALAN DENGAN TIMBUNAN MORTAR BUSA. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
Doktor Teknik Sipil_10202200011_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
Doktor Teknik Sipil_10202200011_fullpdf.pdf |
Abstract
Pembangunan jalan di atas tanah lunak subgrade menghadapi tantangan karena daya dukungnya rendah, yang menyebabkan penurunan tanah. Oleh karena itu, timbunan yang akan diletakkan harus diidentifikasi dan dievaluasi terlebih dahulu agar beratnya tidak memperparah kondisi tanah. Untuk mengatasi hal ini, berbagai metode perkuatan tanah diterapkan guna meningkatkan stabilitas dan mengendalikan penurunan timbunan akibat subgrade yang kurang stabil. Salah satu solusi adalah menggunakan material ringan seperti mortar busa, yaitu campuran pasir, air, semen, dan cairan busa yang menyerupai beton dengan densitas kering 6–8 kN/m³ dan kuat tekan minimal 800 kPa. Material ini berfungsi sebagai pengganti timbunan tanah konvensional, sehingga mengurangi beban dan risiko penurunan pada konstruksi jalan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perilaku timbunan tanah lunak subgrade yang diberi perkuatan mortar busa tebal 20 cm. 30 cm dan 40 cm dengan variasi beban 0 kN, 5 kN, 10 kN, 15 kN dan 20 kN dan perubahan muka air tanah, serta gaya angkat saat terendam pada musim hujan. Metode Penelitian dilaksanakan dengan pemanfaatan material ringan mortar busa pada timbunan lapisan tanah lunak subgrade sebagai perkuatan dengan variasi muka air tanah secara eksperimental permodelan dilaboratorium dan numerikal Plaxis 2D versi 2023. Kesimpulan yang didapat adalah Penggunaan mortar busa sebagai timbunan di atas tanah lunak menunjukkan kinerja yang baik dalam mengurangi penurunan tanah akibat pembebanan. Dengan beban maksimum 20 kN, deviasi yang didapat ± 10% antara eksperimental dan numerik, pada MAT subgrade sebesar 10,08% dan MAT pelat beton 9,6%. Semakin tebal mortar busa yang digunakan, semakin kecil penurunan yang terjadi, dan kondisi tanpa Muka Air Tanah (MAT) menghasilkan persamaan penurunan S = -0,00062. hmortar busa + 1,1825. Selain itu, peningkatan Muka Air Tanah berkontribusi pada pengurangan penurunan, pada kondisi MAT di permukaan subgrade persamaan penurunan menjadi S = -0,0041. hmortar busa + 1,0502 dan S = -0, 0046. hmortar busa + 1,1952 untuk MAT pelat beton. Gaya angkat yang dihasilkan pada kondisi terendam air juga lebih besar dibandingkan dengan kondisi kering, dengan persamaan gaya angkat Su= -1E-04.hmortar busa+ 2,373 untuk MAT subgrade dan Su = 0,2157hmortar busa + 14,054 untuk MAT pelat beton. Faktor Keamanan yang diperoleh dari variasi ketebalan mortar busa (20 cm, 30 cm, dan 40 cm) menunjukkan nilai di atas 1,4, dengan ketebalan 40 cm memberikan Faktor Keamanan tertinggi. Sehingga dianggap penggunaan mortar busa sebagai timbunan di atas tanah lunak efektif dalam meminimalkan penurunan dan meningkatkan stabilitas struktur, terutama dengan mempertimbangkan kondisi Muka Air Tanah dan beban yang diterima.
Kata Kunci : Gaya Angkat, Plaxis 2D, Penurunan, Mortar Busa, Tanah Lunak
Dosen Pembimbing: | Pratikso, Pratikso and Maizir, Harnedi | UNSPECIFIED |
---|---|
Item Type: | Thesis (Doctoral) |
Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
Divisions: | Pascasarjana Pascasarjana > Program Doktor Teknik Sipil |
Depositing User: | Pustakawan 3 UNISSULA |
Date Deposited: | 29 Aug 2025 01:44 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/41052 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |