PENGARUH PEMBERIAN HABATUSSAUDA (NIGELLA SATIVA L) TERHADAP KADAR IL-10, DAN KADAR CRP (Studi Eksperimental pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi dengan Diet Tinggi Lemak)
Berkas Tugas Akhir
pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar belakang: Dislipidemia adalah suatu penyakit yang banyak terjadi di Indonesia. Dislipidemia dapat memicu pembentukan dan peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) di dalam tubuh yang menyebabkan terjadinya inflamasi dan memicu berbagai sitokin. Habbatussauda memiliki kandungan flavonoid dan thymoquinon yang bersifat antioksidan kuat, menghambat pelepasan sitokin proinflamasi yang diinduksi diet tinggi lemak melalui penghambatan aktivasi NF-κB. Penghambatan aktivasi NF-κB oleh habbatussauda sebagai antioksidan akan menghasilkan efek antiinflamasi juga. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kadar Interleukin 10 dan CRP pada tikus yang diinduksi diet tinggi lemak.
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian posttest only control group. 25 tikus putih jantan galur wistar diambil sebagai sampel, dan dibagi menjadi 5 kelompok; K0 (pellet dan air), K – (diet tinggi lemak), K + (diet tinggi lemak + simvastatin 0,18 mg/200grBB/hari), P1 (diet tinggi lemak + habbatussauda 3 ml/KgBB), P2 (diet tinggi lemak + habbatussauda 4 ml/KgBB). Data yang diperlukan dalam studi ini diperoleh melalui uji ELISA. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan one-way anova dan uji post Hoc LSD.
Hasil: Dari hasil analisa yang dilakukan diperoleh (1) perbedaan rerata kadar IL-10 antar kelompok yang signifikan dengan nilai p<0,05; (2) Perbedaan rerata kadar CRP antar kelompok dimana K0, K-, dan P1 signifikan, sedangkan antara K (+) dengan P2 tidak signifikan dengan nilai p>0.05.
Kesimpulan: Pemberian habbatussauda berpengaruh terhadap kadar IL-10 dan Kadar CRP pada tikus putih yang diinduksi diet tinggi lemak.
Kata kunci: diet tinggi lemak, IL 10, CRP, Habbatussauda
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
