PENGARUH ARAH SERAT SABUT KELAPA (cocofiber) TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL FIBER REINFORCED ACRYLIC RESIN (FRAR)
Berkas Tugas Akhir
PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Terdapat berbagai metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan fleksural resin akrilik heat cure. Fiber reinforced acrylic resin (FRAR) merupakan penambahan serat untuk memperkuat kekuatan mekanik resin akrilik. Penelitian berikut dilakukan untuk mengetahui pengaruh orientasi serat sabut kelapa (cocofiber) secara woven dan continuous terhadap kekuatan fleksural fiber reinforced acrylic resin (FRAR).
Metode penelitian berikut dilakukan secara eksperimental laboratoris mempergunakan rancangan post test only. Kelompok perlakuan tersusun atas resin akrilik dengan penambahan serat sabut kelapa secara woven, continuous dan resin akrilik tanpa serat (kelompok kontrol).
Data hasil penelitian dianalisis menggunakan One Way ANOVA dimana memperlihatkan nilai signifikansi p = 0,004 (p<0,005) yang memperlihatkan perbedaan signifikan. Pada uji antar kelompok dengan post hoc Bonferroni, diketahui terdapat perbedaan nilai fleksural yang signifikan di kelompok kontrol dengan kelompok continuous p = 0,004 (p>0,05).
Kesimpulan penelitian memperlihatkan penambahan serat sabut kelapa pada resin akrilik heat cured efektif untuk meningkatkan kekuatan fleksural fiber reinforce acrylic resin (FRAR).
Kata Kunci : Fiber reinforce acrylic resin (FRAR), fleksural, serat sabut kelapa, woven, continuous
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
