BINTANG, TRIWAHYUNI (2021) TANGGUNG GUGAT NOTARIS SELAKU PEJABAT UMUM DALAM PEMBUATAN PERJANJIAN KREDIT PERBANKAN. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Text
COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (399kB)
Text
ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (310kB)
Text
PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (142kB)
Text
DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (449kB)
Text
BAB 1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (730kB)
Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (734kB)
Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (695kB)
Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (310kB)
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (553kB)
Text
Magister Kenotariatan_21301800219_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (1MB)

Abstract

Undang-undang jabatan notaris dan kode etik notaris mengkehendaki agar notaris dalam menjalankan tugas menjadi pejabat umum, selain harus tunduk jabatan notaris harus tunduk pada kode profesi serta harus bertanggungjawab pada masyarakat yang dilayaninya, organisasi profesi notaris ( Ikatan Notaris Indonesia) maupun terhadap negara. Suatu akta otentik ialah suatu akta yang dibuat dalam bentuk yang ditentukan undang-undang oleh atau dihadapan Pejabat Umum yang berwenang untuk itu di tempat akta itu dibuat. Jasa Notaris sebagai Pejabat Umum yang membuat akta-akta otentik sangat dibutuhkan dalam kegiatan usaha perbankan, salah satunya adalah dalam pembuatan akta perjanjian kredit perbankan yang melibatkan Nasabah dan Bank, guna menjamin kebenaran dari isi yang dituangkan dalam perjanjian kredit perbankan tersebut, supaya secara publik kebenarannya tidak diragukan lagi. Perjanjian kredit perbankan yang dibuat secara notariil bermanfaat bagi kreditor, dalam hal menjamin kekuatan pembuktiannya, menjamin kebenaran dari aktanya dan menjamin keamanan investasinya. Perjanjian kredit perbankan dibuat secara baku, namun tidak bertentangan dengan aturan yang dilarang dalam Pasal 18 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, karena sebenarnya format baku tersebut hanya merupakan format pokok dari perjanjian kredit bank, yang dalam perkembangan selanjutnya terhadap format ini masih dimungkinkan adanya negosiasi. Bahwa perjanjian kredit antara nasabah debitor dengan Bank dibentuk atas dasar kesepakatan (konsensualisme).
Kata kunci: Akta Notaris, Perjanjian Kredit, Perbankan

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan
Fakultas Hukum > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Kenotariatan
Date Deposited: 03 Jun 2022 07:04
Last Modified: 03 Jun 2022 07:04
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/22533

Actions (login required)

View Item
View Item