GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS FASE INTENSIF DAN PERUBAHAN NILAI SPUTUM BTA SERTA BERAT BADAN DI PUSKESMAS BANDARHARJO SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Penyakit TB sangat memerlukan kepatuhan yang tinggi, dan terjadinya ketidakpatuhan terhadap pengobatan akan mengakibatkan tingginya angka kegagalan pengobatan penderita TB paru, sehingga akan meningkatkan resiko kesakitan, kematian, dan menyebabkan semakin banyak ditemukan penderita TB paru dengan Basil Tahan Asam (BTA) yang resisten.Pada pasien TB fase intensif, biasanya terjadi ketidakpatuhan dalam pengobatan, karena pada fase intensif pasien seringkali mengalami efek samping obat yang dikonsumsi. Salah satu faktor yang mempengaruhi angka kesembuhan pada pasien TB paru dapat dilihat dari perubahan kenaikan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan minum obat, hasil BTA, dan kenaikan berat badan pada pasien Tuberkulosis fase intensif.di Puskesmas Bandarharjo Semarang.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional, dengan rancangan Cross sectional karena pengambilan data variabel kepatuhan dilakukan satu kali pada responden. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan metode pill count.
Hasil penelitian dengan 9 responden pasien TB fase intensif di dapatkan 8 pasien patuh dan 1 pasien tidak patuh. Hasil sputum BTA seluruh responden negatif di bulan ke-2, dan berat badan seluruh responden naik.
Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien TB fase intensif di Puskesmas Bandarharjo Semarang memiliki tingkat kepatuhan tinggi.
Kata kunci : Kepatuhan, Tuberkulosis, BTA, Berat Badan.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
