Ramadhan, Alif Priza (2021) PERBANDINGAN UJI EFEKTIVITAS DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK KEMANGI ( Ocimum basilicum L. ) DENGAN EKSTRAK SIWAK ( Salvadora persica ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Text
COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (952kB)
Text
ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (229kB)
Text
PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (600kB)
Text
DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (349kB)
Text
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (391kB)
Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (453kB)
Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (506kB)
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (366kB)
Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (222kB)
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (457kB)
Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (1MB)

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit yang ada di dalam jaringan keras rongga mulut dengan proses terjadinya melibatkan mikroorganisme. Tindakan preventif dalam mencegah kolonisasi mikoorganisme di antaranya yaitu penggunaan obat kumur. Salah satu bahan dalam obat kumur yang mungkin dapat dipakai yaitu siwak (Salvadora persica ) dan kemangi ( Ocinum bacilicum L. ). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan daya antibakteri ekstrak siwak dan ekstrak kemangi terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
Penelitian ini berjenis eksperimental dengan membandingkan daya antibakteri ekstrak siwak dan ekstrak kemangi dengan konsentrasi 30 %, 40%, dan 50% dengan metode membandingkan jumlah (Kadar Hambat Minimum, pengukuran zona hambat menggunakan jangka sorong dan rumus Warbung.
Hasil penelitian dengan analisis SPSS menunjukkan rerata zona hambat bakteri Streptococcus mutans pada kelompok kontrol negatif 0, kontrol positif 18,4 mm, ekstrak siwak 30% 7,2 mm, ekstrak siwak 40% 8,2 mm, ekstrak siwak
50% 10,3 mm, ekstrak kemangi 30% 17,5 mm, ekstrak kemangi 40% 18,4 mm, dan ekstrak kemangi 50% 20 mm. Uji hipotesis Kruskal Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok (p<0,05), dan uji beda antar dua kelompok menujukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan zona hambat antara kelompok ekstrak kemangi dan ekstrak siwak dengan berbagai konsentrasi (p<0,05).
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak kemangi memiliki efektivitas daya antibakteri lebih baik dibandingkan ekstrak siwak terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.

Kata kunci : Kemangi, Siwak, Streptococcus mutans

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi
Fakultas Kedokteran Gigi > Mahasiswa FKG - Skripsi Pendidikan Dokter Gigi
Date Deposited: 07 Jan 2022 06:29
Last Modified: 07 Jan 2022 06:29
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/20720

Actions (login required)

View Item
View Item