library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENENTUAN STRUKTUR SENYAWA AKTIF HEMOSTASIS DARI EKSTRAK AIR HERBA BANDOTAN (Ageratum conyzoides Linn) (Studi Analitik Eksploratif Isolat dari Fraksi Air terhadap Tikus Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus))

Detail Tugas Akhir

PENENTUAN STRUKTUR SENYAWA AKTIF HEMOSTASIS DARI EKSTRAK AIR HERBA BANDOTAN (Ageratum conyzoides Linn) (Studi Analitik Eksploratif Isolat dari Fraksi Air terhadap Tikus Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus))

SUPRIATI, SUPRIATI (2019) PENENTUAN STRUKTUR SENYAWA AKTIF HEMOSTASIS DARI EKSTRAK AIR HERBA BANDOTAN (Ageratum conyzoides Linn) (Studi Analitik Eksploratif Isolat dari Fraksi Air terhadap Tikus Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus)). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
COVER.pdf
PDF
Text
ABSTRAK.pdf
PDF
Text
DAFTAR ISI.pdf
PDF
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
PDF
Text
LAMPIRAN.pdf
PDF
Text
Publikasi.pdf
PDF
Text
BAB I.pdf
PDF
Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (301kB)
PDF
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (605kB)
PDF
Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (584kB)
PDF
Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (93kB)

Abstract

Gangguan perdarahan merupakan peristiwa yang sering terjadi sehingga menyebabkan kematian. Kandungan tanin pada bandotan diduga memiliki aktivitas hemostasis. Penelusuran hemostasis dari bandotan hanya sampai fraksinasi, sehingga perlu dilakukan pemurnian dan penentuan struktur senyawa aktif yang berperan dalam hemostasis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur senyawa aktif yang berperan dalam hemostasis dari isolasi fraksi air herba bandotan pada tikus jantan galur wistar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental yang bersifat eksploratif, dengan rancangan post test only control group design. Subjek penelitian sebanyak 24 tikus dengan berat badan 100-200 gram terbagi menjadi 6 kelompok (kelompok normal; kontrol positif; dan sub fraksi Rf 0,2; 0,3; 0,5; 0,8) kelompok dengan dosis 250 mg/KgBB. Penelusuran aktivitas hemostasis secara molekuler dilihat dari masing-masing waktu perdarahan dan waktu pembekuan darah, kemudian hasil hemostasis terbaik dari sub fraksi dilakukan penentuan struktur berdasarkan spektra UV/Vis dan FTIR. Hasil uji (waktu perdarahan dan clotting time) menunjukkan bahwa isolat senyawa aktif hemostasis terbaik adalah sub-sub fraksi 1 (Rf 0,2). Rata-rata waktu perdarahan dan pembekuan darah berturut-turut adalah 172,5 ± 46,636; 52,5 ± 18,929. Isolat fraksi air dianalisis menggunakan instrument UV-Vis dan FTIR. Hasil spektra FTIR menunjukan gugus fungsi spesifik diantaranya –OH (hidroksil), O-C=O (ester), cincin aromatik (benzen). Panjang gelombang maksimum sebesar 525 nm. Kesimpulan penelitian ini adalah senyawa isolat fraksi air yang berperan sebagai agen hemostasis adalah senyawa golongan tanin terhidrolisis yaitu asam elagat, dimana asam elagat merupakan activator dari faktor XII jalur intrinsik pembekuan darah.

Kata kunci : Hemostasis, Isolat fraksi air herba bandotan, asam elagat

Informasi Item

Item Type Thesis (Undergraduate)
Subjects R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions Fakultas Kedokteran
Fakultas Farmasi > Mahasiswa FF - Skripsi Farmasi
Fakultas Farmasi > Mahasiswa FF - Skripsi Farmasi
Date Deposited 24 Feb 2020 02:47
Last Modified 24 Feb 2020 02:47
URI https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/16368

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints