library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PERTANGGUNGJAWABAN PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA BERAT (PSIKOTIK) (STUDI PUTUSAN NOMOR 31/PID.SUS/2016/PN BARABAI)

Detail Tugas Akhir

PERTANGGUNGJAWABAN PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA BERAT (PSIKOTIK) (STUDI PUTUSAN NOMOR 31/PID.SUS/2016/PN BARABAI)

ADHI, BAGAS DWI SAPTO (2019) PERTANGGUNGJAWABAN PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA BERAT (PSIKOTIK) (STUDI PUTUSAN NOMOR 31/PID.SUS/2016/PN BARABAI). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
cover.pdf
PDF
Text
abstrak.pdf
PDF
Text
daftar isi.pdf
PDF
Text
publikasi.pdf
PDF
Text
bab I.pdf
PDF
Text
bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (316kB)
PDF
Text
bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (284kB)
PDF
Text
bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (190kB)
PDF
Text
daftar pustaka.pdf

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak pidana pembunuhan
dalam studi kasus putusan nomor 31/Pid.Sus/2016/PN.Brb dan bagaimana
pertimbanagan hakim dalam menjatuhakan putusan dalam perkara ini.
Dalam penulisan ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif atau
biasa dikenal dengan studi kepustakaan (library research). Hal ini didasar literatur
dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian ini. Serta
data yang diperoleh dianalisis secara normatif kualitatif yaitu menjabarkan dan
menafsirkan data berdasarkan asas-asas, norma-norma, teori / doktrin ilmu hukum
khususnya hukum pidana.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam putusan nomor
31/Pid.Sus/2016/PN.Brb pelaku tindak pidana yang mengalami gangguan jiwa
tidak dapat dipertanggungjawabkan perbuatannya walaupun perbuatan pelaku
terbukti secara sah bersalah tetapi tidak dapat dipidana. Perbuatan pelaku dikenai
pasal 351 ayat (3) KUHP bahwa bahwa yang mana perbuatan pelaku dikenakan
pidana penjara paling lama tujuh tahun. Perbuatan pelaku tidak dapat
dipertanggungjawabkan karena terdapat alasan penghapus pidana yang
menggolongkan bahwa pelaku tindak pidana yang mengalami gangguan jiwa
tidak dapat dipidana yaitu alasan pemaaf. Ini berdasarkan pasal 44 KUHP karena
pelaku yg mengalami gangguan jiwa atau jiwanya cacat dalam tumbuhnya atau
terganggu karena penyakit tidak dapat dipertanggungjawabkan perbuatannya
tetapi hakim dapat memerintahkan supaya pelaku dimasukkan ke dalam rumah
sakit jiwa

Kata kunci : Putusan, Pertanggungjawaban, Gangguan Jiwa

Informasi Item

Item Type Thesis (Undergraduate)
Subjects K Law > K Law (General)
Divisions Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum
Date Deposited 13 Feb 2020 06:33
Last Modified 13 Feb 2020 06:33
URI https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/16019

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints