HUBUNGAN DESAIN INTERIOR KLINIK GIGI TERHADAP KECEMASAN PASIEN SEBELUM PERAWATAN GIGI DAN MULUT
Berkas Tugas Akhir
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Kecemasan merupakan perasaan subjektif seseorang yang menggambarkan ketegangan, ketakutan, kegelisahan atau kegugupan, serta kekhawatiran. Ketakutan yang tidak semestinya saat berkunjung ke dokter gigi atau kecemasan dental disebabkan oleh ketakutan terhadap rasa sakit; melihat jarum suntik, darah dan alat kedokteran gigi; aroma bahan-bahan kedokteran gigi; serta suara bur yang terdengar saat menunggu perawatan. Terapi menurunkan kecemasan dapat dilakukan dengan terapi non farmakologis. Hubungan antara penglihatan yang khusus, suara, aroma, serta rasa nyaman pada lingkungan dengan rasa cemas pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara desain interior klinik gigi terhadap kecemasan pasien sebelum perawatan gigi dan mulut.
Metode penelitian ini adalah analitik survei dengan rancangan penelitian yang digunakan non eksperimental cross-sectional study dengan memberikan kuesioner tentang desain interior dan kuesioner kecemasan menggunakan State Trait Anxiety Inventory (STAI) kepada 88 pasien di tiga klinik gigi yang berbeda. Analisis hasil menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p<0.05) antara desain interior klinik gigi berdasarkan aspek visual, aroma serta suara dengan kecemasan pasien.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara desain interior klinik gigi terhadap kecemasan pasien sebelum perawatan gigi dan mulut.
Kata Kunci: Desain interior, kecemasan, klinik gigi, dokter gigi.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
