Aji, Raden Hamengku (2017) KAJIAN HUKUM KEHARUSAN BAGI NOTARIS DAN PPAT YANG MERANGKAP JABATAN BERKEDUDUKAN DALAM SATU DAERAH ATAU WILAYAH KERJA. Masters thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

[thumbnail of COVER_1.pdf]
Preview
Text
COVER_1.pdf

| Preview Download (889kB)
[thumbnail of ABSTRAK_1.pdf]
Preview
Text
ABSTRAK_1.pdf

| Preview Download (148kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI_1.pdf]
Preview
Text
DAFTAR ISI_1.pdf

| Preview Download (125kB)
[thumbnail of PUBLIKASI.jpg]
Preview
Image
PUBLIKASI.jpg

| Preview Download (204kB)
[thumbnail of BAB I_1.pdf]
Preview
Text
BAB I_1.pdf

| Preview Download (225kB)
[thumbnail of BAB II_1.pdf] Text
BAB II_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (223kB)
[thumbnail of BAB III_1.pdf] Text
BAB III_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (237kB)
[thumbnail of BAB IV_1.pdf] Text
BAB IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (111kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA_1.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf

| Preview Download (137kB)

Abstract

Melihat penetapan formasi notaris dan PPAT yang telah ditetapkan berdasarkan kewenangan masing-masing, nampak bahwa seorang notaris bias merangkap PPAT asalkan dalam satu wilayah kerja di dalam wilayah jabatan notaris. Hal ini menjadi ketertarikan penulis untuk mengkaji tentang rangkap jabatan tersebut, dikarenakan tidak menutup kemungkinan akan terjadi
rangkap jabatan antara Notaris dan PPAT yang tidak satu kantor tetapi masih
satu wilayah jabatan notaris. Sehingga wacana ini perlu dikaji agar bisa
diketahui kemungkinan dampak yang akan muncul.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1.) Mengapa terdapat ketentuan yang mengharuskan daerah/wilayah kerja notaris dan PPAT dalam satu wilayah/daerah kerja? 2.) Bagaimana akibat atau sanksi yang dihadapi oleh notaris yang merangkap PPAT jika tidak berkedudukan dalam satu wilayah/ daerah Kerja dan 3.) Apa tindakan yang dilakukan oleh Majelis kehormatan apabila notaris merangkap PPAT tidak berkedudukan di wilayah kerja yang sama.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, jenis penelitian hukum normatif. Sumber data berupa sumber data sekunder. Tehnik pengumpulan data dengan kepustakaan, metode analisa dengan menggunakan metode analisa data kualitatif. Permasalahan dianalisis dengan teori kemanfaatan dan teori keadilan
Berdasarkan hasilpenelitian ini maka dapat disimpulkan 1.) Alasan yang mengharuskan Daerah/Wilayah Kerja Notaris Dan PPAT Dalam Satu Wilayah/Daerah Kerja adalah sesuai dengan Undang-Undang tentang Jabatan Notaris dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1998 Tentang Peraturan Jabatan PPAT. 2.) Akibat Atau Sanksi Yang Dihadapi Oleh Notaris Yang Merangkap PPAT jika tidak berkedudukan dalam satu wilayah/ daerah kerja.Akibat Hukum Terhadap Akta Notaris, akta tersebut adalah batal demi hukum atau dapat dibatalkan. Akta notaris dapat dibatalkan karena jika ada gugatan dari para pihak yang tersebut dalam akta untuk membatalkan akta notaries dan Akibat Hukum Terhadap Jabatan Notaris. 3.) Tindakan Yang Dilakukan Oleh Majelis Kehormatan Apabila Notaris Merangkap PPAT Tidak Berkedudukan Di Wilayah Kerja Yang Sama memberikan teguran dan saksi atau pencabutan izin.

Kata kunci : Rangkap Jabatan, Daerah / Wilayah Kerja, notaris dan PPAT

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 25 Jan 2018 04:08
Last Modified: 25 Jan 2018 04:08
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/9771

Actions (login required)

View Item View Item