Muhammad, Ilham Fahmi (2017) TINJAUAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN TAKLIK TALAK SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN DITINJAU DARI KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN (Studi kasus di Pengadilan Agama Magelang). Undergraduate thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

| Preview Download (696kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

| Preview Download (88kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

| Preview Download (157kB)
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf

| Preview Download (212kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (356kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (366kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (152kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

| Preview Download (105kB)

Abstract

Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita untuk membentuk suatu rumah tangga yang kekal dan bahagia berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam perkawinan dapat membuat suatu perjanjian perkawinan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya berupa perjanjian taklik talak untuk pasangan yang beragama Islam.
Taklik talak adalah talak yang jatuhnya di gantungkan pada suatu perkara atau alasan-alasan tertentu yang telah disepakati. Pasal 46 ayat 3 KHI menyatakan bahwa perjanjian taklik talak bukan suatu perjanjian yang wajib diadakan, akan tetapi taklik talak yang sudah diucap/diperjanjikan tidak dapat dicabut kembali. Berdasar dengan isi taklik talak tersebut, maka sighat taklik talak dalam Undang-Undang Perkawinan di Indonesia pun masuk dalam pasal perjanjian perkawinan.
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui sighat taklik talak wajib diucapkan atau tidak wajib diucapkan setelah akad nikah dan akibat hukumnya, serta pandangan Hukum Islam dan hukum nasional terkait sighat taklik talak sebagai alasan perceraian.
Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, untuk mendekatkan pokok permasalahan digunakan spesifikasi penelitian deskriptif analitif. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang setelah itu dianalisis dengan menggunakan cara analisa data kualitatif interaktif.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa sighat taklik talak bukan merupakan suatu hal yang wajib diucapkan saat perkawinan. Tetapi apabila dalam kesepakatan suami mengucapkan sighat taklik talak, ia harus bertanggung jawab dengan ucapannya, dan apabila hal yang disyaratkan dalam taklik talak tersebut benar-benar terjadi atau suami melanggar sighat taklik talaknya, istri dapat mengajukan gugatan perceraian ke Pengadilan Agama.

Kata Kunci : perkawinan, taklik talak, perceraian

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 17 Jan 2018 01:30
Last Modified: 17 Jan 2018 01:30
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/9387

Actions (login required)

View Item View Item