Pranadita, Nugraha (2017) RESEPSI DAN HARMONISASI KAIDAH SYARIAH ISLAM DALAM UNDANG-UNDANG TENTANG HAK CIPTA PADA SISTEM HUKUM INDONESIA. Doctoral thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.
Preview |
Text
COVER_1.pdf |
Preview |
Text
ABSTRAK_1.pdf |
Preview |
Text
DAFTAR ISI_1.pdf |
Preview |
Text
BAB I_1.pdf |
![]() |
Text
BAB III_1.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB IV_1.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB V_1.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB VI_1.pdf Restricted to Registered users only |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf |
Abstract
Intisari permasalahan penelitian ini adalah proses nasionalisasi kaidah
syariah Islam di dalam undang-undang hak cipta, faktor-faktor dominan yang
mempengaruhinya dan proses resepsi serta harmonisasi kaidah syariah Islam
tersebut pada sistem hukum Indonesia. Kemudian permasalahan penelitian
tersebut dikaji secara analisis normatif filosofis menggunakan teori hukum alam,
dikaji secara analisis positivistis menggunakan teori negara kesejahteraan, dan
dikaji secara analisis post positivistis menggunakan teori responsif. Adapun
metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitianya
adalah menggunakan paradigma post positivisme yang bersifat empiris (penelitian
sosiologi hukum), suatu penelitian non doktrinal yang bersifat eksploratif dan
deskriptif (eksplanatoris). Adapun temuan dari penelitian ini adalah dapat
dirumuskannya 7 (tujuh) teori hukum dan pemikiran kefilsafatan terkait dengan
proses nasionalisasi syariah Islam dalam sistem hukum Indonesia, yaitu; (1)Teori
Hukum Relatifitas Maslahat, tentang bagaimana hukum nasional dapat
ditransformasikan menjadi hukum syariah, (2)Teori Hukum EMAN, tentang
bagaimana perspektif hakim dalam membedakan hukum konvensional dengan
hukum Islam, Teori Hukum EMAN juga dapat dipergunakan untuk membedakan
antara pelanggaran dengan kejahatan berikut sanksinya dalam rezim hukum
pidana, (3)Teori Hukum GUNARTO, tentang bagaimana perspektif masyarakat
sebagai subjek hukum dalam melakukan pilihan hukum rezim hukum perdata
antara hukum konvensional dengan hukum syariah, dan (4) Teori Hukum ANIS,
tentang bagaimana masyarakat dapat melakukan pilihan hukum untuk melakukan
pendaftaran perlindungan HKI berdasarkan perlindungan HKI konvensional atau
perlindungan HKI syariah, (5) Ontologi Ibnu Sina dalam Perumusan Konsep HKI
Syariah, (6) Epistemologi Ibnu Sina dalam proses nasionalisasi hukum Islam, dan
(7) Aksiologi Ibnu Sina dalam pengkaidahan dan penyusunan asas-asas hukum
proses nasionalisasi hukum Islam. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah;
(1)telah terjadi proses nasionalisasi hukum Islam dalam undang-undang tentang
hak cipta pada sistem hukum di Indonesia yang bercirikan tradisi hukum eropa
kontinental secara tertutup, (2) faktor-faktor yang cukup dominan mempengaruhi
proses nasionalisasi hukum Islam dalam undang-undang tentang hak cipta pada
sistem hukum di Indonesia saat ini adalah adanya; (a) eksistensi hukum Islam, (b)globalisasi, dan (c) adanya kelembagaan yang otoritatif, dan (3) resepsi kaidah
syariah Islam dalam undang-undang tentang hak cipta terjadi melalui tiga cara,
yaitu; secara tidak sengaja, disengaja dan gabungan diantara keduanya. Sedangkan
harmonisasi kaidah syariah Islam dalam undang-undang tentang hak cipta terjadi
dengan dua cara, yaitu; harmonisasi yang terjadi secara internal dan harmonisasi
yang terjadi secara eksternal.
Kata kunci: resepsi, harmonisasi, nasionalisasi, konvensional, dan syariah.
Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED | UNSPECIFIED |
---|---|
Item Type: | Thesis (Doctoral) |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Fakultas Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 1 UNISSULA |
Date Deposited: | 04 Dec 2017 02:40 |
Last Modified: | 04 Dec 2017 02:40 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/8687 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |