Setiawan, Agus (2017) PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM POLRES SEMARANG. Masters thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

[thumbnail of COVER_1.pdf]
Preview
Text
COVER_1.pdf

| Preview Download (860kB)
[thumbnail of ABSTRAK_1.pdf]
Preview
Text
ABSTRAK_1.pdf

| Preview Download (12kB)
[thumbnail of PERNYATAAN PUBLIKASI.png]
Preview
Image
PERNYATAAN PUBLIKASI.png

| Preview Download (1MB)
[thumbnail of DAFTAR ISI_1.pdf]
Preview
Text
DAFTAR ISI_1.pdf

| Preview Download (97kB)
[thumbnail of BAB I_1.pdf]
Preview
Text
BAB I_1.pdf

| Preview Download (141kB)
[thumbnail of BAB II_1.pdf] Text
BAB II_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (295kB)
[thumbnail of BAB III_1.pdf] Text
BAB III_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (323kB)
[thumbnail of BAB IV_1.pdf] Text
BAB IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (9kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA_1.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf

| Preview Download (91kB)

Abstract

Perkembangan tindak pidana narkotika mengalami peningkatan dalam kurun waktu akhir-akhir ini, sehingga upaya penegakan harus terus ditingkatkan. Dalam penegakan hukum tindak pidana narkotika, Polri merupakan aparat penegak hukum yang berperan sebagai penyidik. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penegakan hukum tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Semarang, faktor-faktor apa yang mempengaruhi penegakan hukum tindak pidana narkotika dan hambatan-hambatan apa yang muncul dalam penegakan hukum tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Semarang serta upaya mengatasinya.
Pendekatan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologis yuridis. Jenis data yang digunakan adalah primer data dan sekunder data. Adapun metode pengumpulan data dilakukan melalui studi lapangan dan studi kepustakaan, sedangkan analisis metode analisis data menggunakan kualitatif analisis.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penegakan hukum tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Semarang pada tahap penyidikan dilaksanakan berdasarkan ketentuan Kitab Hukum Acara Pidana, Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012, dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Penegakan hukum dilaksanakan melalui tahap penyelidikan yang berfungsi untuk mengetahui tindak pidana yang terjadi yang kemudian membuat berita acara serta laporan sebagai dasar permulaan penyidikan yang semaksimal mungkin diupayakan untuk pengembangan kasus guna mengungkap jaringan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Semarang. Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Semarang adalah faktor Undang-Undang, penegak hukum, sarana dan prasana, masyarakat, dan culture. Hambatan-hambatan yang muncul dalam penegakan hukum tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Semarang terdiri dari hambatan internal dan hambatan eksternal. Hambatan internal adalah kurangnya jumlah personel di Sat Narkoba Polres Semarang. Adapun hambatan eksternal berupa peredaran gelap narkotika menggunakan cara putus jaringan, tersangka menghilangkan barang bukti, peredaran narkotika dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan, dan para pelaku tindak pidana narkotika saling melindungi satu sama lain. Upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah mengusulkan penambahan personil di Satuan Narkoba Polres Semarang, melakukan pengembangan kasus secara maksimal, melakukan tes urine ataupun tes darah terhadap tersangka yang menghilangkan barang bukti, melakukan pendekatan secara persuasif terhadap tersangka yang sudah tertangkap.

Kata kunci : penegakan hukum, tindak pidana narkotika

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 29 Nov 2017 03:03
Last Modified: 29 Nov 2017 03:03
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/8608

Actions (login required)

View Item View Item