HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN KEPATUHAN KUNJUNGAN POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BATITA USIA 7-24 BULAN DI POSYANDU MAWAR MERAH, KEC. GENUK, KOTA SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
5. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
6. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
7. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
8. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
9. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang: Status gizi anak masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia. Kekurangan atau kelebihan status gizi pada anak sejak dalam kandungan hingga berumur 2 tahun (golden period) dapat menjadi masalah yang serius. Hal ini dikarenakan pada masa tersebut terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat, sehingga kelainan gizi pada masa itu dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan yang tidak dapat diperbaiki pada masa berikutnya. Asupan gizi yang baik sering tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak. Hal ini dikarenakan sikap ibu / caregiver yang masih mengabaikan kebutuhan anak akan ASI eksklusif dan Posyandu.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 32 responden menggunakan tehnik total sampling dan diolah dengan uji Chi Square dengan koreksi Yates.
Hasil: Hasil uji statistik Chi Square menunjukan pemberian ASI eksklusif memiliki ρ-value=0,001 dan kepatuhan kunjungan posyandu memiliki ρ-value=0,150.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi, namun tidak terdapat hubungan bermakna antara kepatuhan kunjungan posyandu dengan status gizi batita usia 7-24 bulan di posyandu Mawar Merah, Kec. Genuk, Kota Semarang.
Kata Kunci: ASI eksklusif, Posyandu, Status gizi, Batita
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
