library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENERAPAN ASAS KEHATI-HATIAN DALAM PEMBUATAN AKTA OTENTIK OLEH NOTARIS

Detail Tugas Akhir

PENERAPAN ASAS KEHATI-HATIAN DALAM PEMBUATAN AKTA OTENTIK OLEH NOTARIS

Farma, Farma (2016) PENERAPAN ASAS KEHATI-HATIAN DALAM PEMBUATAN AKTA OTENTIK OLEH NOTARIS. Masters thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
COVER_1.pdf
PDF
Text
ABSTRAK_1.pdf
[thumbnail of publikasi.jpg]
Preview
Image
publikasi.jpg
PDF
Text
DAFTAR ISI_1.pdf
PDF
Text
BAB I_1.pdf
PDF
Text
BAB II_1.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (489kB)
PDF
Text
BAB III_1.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (180kB)
PDF
Text
BAB IV_1.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (50kB)
PDF
Text
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf

Abstract

Notaris merupakan profesi yang terhormat dan selalu berkaitan dengan moral dan etika ketika menjalankan tugas jabatannya. Saat menjalankan tugas jabatannya, Notaris berpegang teguh dan menjunjung tinggi martabat profesinya sebagai jabatan kepercayaan dan terhormat. Lekatnya etika pada profesi Notaris disebut sebagai profesi yang mulia.
Prinsip penerapan asas kehati-hatian dalam pembuatan akta otentik oleh Notaris, harus dilakukan namun kelemahan-kelemahan, tersebut masih mungkin terjadi walaupun sudah dilakukan antisipasi. Solusi tepat yang dilakukan Notaris dalam mengambil suatu tindakan harus dipersiapkan dan didasarkan pada aturan hukum yang berlaku. Semua bukti yang diperlihatkan kepada Notaris, keterangan atau pernyataan dasar merupakan sesuatu hal yang harus diperhatikan, sehingga para pihak (para penghadap) wajib melakukannya. Pasal 16 Ayat (1) huruf a UUJN, antara lain dalam menjalankan tugas jabatannya Notaris wajib bertindak seksama dan penuh kehati-hatian.
Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, sedangkan jenis dan sumber data yang diperoleh dalam penelitian digunakan kajian kepustakaan atau data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, keputusan-keputusan pengadilan, teori-teori hukum dan pendapat-pendapat para sarjana hukum terkemuka, dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis normatif kualitatif.
Implementasi Pasal 39 Ayat (2) dan (3) UUJN. Menentukan bahwa “penghadap harus dikenal oleh Notaris atau diperkenalkan kepadanya oleh 2 orang saksi pengenal atau diperkenalkan oleh 2 penghadap lainnya.” Dalam Ayat (3) ditentukan bahwa “pengenalan sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) dinyatakan secara tegas dalam akta.”
Adapun asas kehati-hatian ini tidak diatur secara eksplisit dalam UUJN, sehingga perlu diatur (ditambahkan) dalam UUJN.

Kata kunci : Notaris, Para Pihak/Para Penghadap, Prinsip Kehati-Hatian.

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints