Wicaksono, Mukhammad Arif and Yudha, Syafril (2016) TEKANAN PENGEMBANGAN (SWELLING PRESSURE) PADATANAH EKSPANSIF (STUDI KASUS: JALAN TOL SOLO–KERTOSONO, KABUPATEN NGAWI, PROVINSI JAWA TIMUR). Undergraduate thesis, Fakultas Teknik UNISSULA.

[thumbnail of 1. Cover fix.pdf]
Preview
Text
1. Cover fix.pdf

| Preview Download (24kB)
[thumbnail of 11. Abstrak fix.pdf]
Preview
Text
11. Abstrak fix.pdf

| Preview Download (35kB)
[thumbnail of 7. Daftar Isi fix.pdf]
Preview
Text
7. Daftar Isi fix.pdf

| Preview Download (32kB)
[thumbnail of 12. BAB I fix.pdf] Text
12. BAB I fix.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (154kB)
[thumbnail of 13. BAB II fix.pdf] Text
13. BAB II fix.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (423kB)
[thumbnail of 14. BAB III fix.pdf] Text
14. BAB III fix.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (157kB)
[thumbnail of 16. BAB V fix.pdf] Text
16. BAB V fix.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (21kB)
[thumbnail of 17. Daftar Pustaka fix.pdf]
Preview
Text
17. Daftar Pustaka fix.pdf

| Preview Download (18kB)
[thumbnail of 15. BAB IV fix.pdf] Text
15. BAB IV fix.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (719kB)

Abstract

Tanah ekspansif merupakan tanah yang mudah mengembang dan menyusut sehingga sering menimbulkan masalah bagi konstruksi bangunan sipil misalnya menyebabkan konstruksi jalan mengalami kerusakan retak, bergelombang, dan berlubang. Di Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo–Kertosono diduga memiliki indeks plastisitas tinggi yang berpotensi mengalami pengembangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi tanah dan mencari nilai pengembangan pada tanah tersebut. Pengujian tekanan mengembang tanah menggunakan alat konsolidasi. Sampel tanah merupakan sampel tanah dasar dan tanah kedalaman 1m pada proyek tersebut.
Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan pada penelitian, kedua tanah sampel termasuk golongan CH, yaitu Lempung anorganik dengan plastisitas tinggi, lempung “gemuk” (fatclays). Dan merupakan tanah ekspansif karena kedua tanah tersebut mempunyai nilai rasio pengembangan diatas 10% yaitu pada tanah dasar sebesar 24,41% dan pada tanah kedalaman 1m sebesar 24,89%. Kemudian dari kesimpulan tersebut sebaiknya melakukan stabilisasi pada tanah ekspansif agar tanah menjadi stabil dan kuat untuk digunakan sebagai tanah dasar suatu struktur jalan

Kata kunci : Tanah Ekspansif, Konsolidasi, Pengembangan

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik
Fakultas Teknik > Doktoral Teknik Sipil
Depositing User: Pustakawan Reviewer UNISSULA
Date Deposited: 03 Nov 2016 03:16
Last Modified: 03 Nov 2016 03:16
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5724

Actions (login required)

View Item View Item