Nafisah, Dian (2016) ANALISIS KETENTUAN BAGIAN HARTA WARISAN BAGI AHLI WARIS PENGGANTI DALAM HUKUM KEWARISAN ISLAM DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI). Masters thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

[thumbnail of COVER.pdf]
Preview
Text
COVER.pdf

| Preview Download (82kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

| Preview Download (122kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

| Preview Download (97kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (242kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (301kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (436kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (96kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

| Preview Download (156kB)

Abstract

Hukum kewarisan Islam yang berkaitan dengan ahli waris pengganti bertujuan untuk mencari rasa keadilan bagi ahli waris. Pada dasarnya ahli waris pengganti menjadi ahli waris karena orang tuanya yang berhak mewaris meninggal lebih dahulu dari pewaris. Penelitian ini mengkaji ketentuan bagian harta warisan untuk ahli waris pengganti dalam hukum kewarisan Islam dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta mengkaji alasan terjadi perbedaan ketentuan bagian harta warisan untuk ahli waris pengganti dalam hukum kewarisan Islam dan Kompilasi Hukum Islam. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis. Analisis yang adalah analisis kualitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa (1) ketentuan bagian harta warisan untuk ahli waris pengganti dalam hukum Islam didasarkan pada sistem kewarisan bilateral dan patrilineal, (2) adanya dzawil arhamdalam ketentuan bagian harta warisan untuk ahli waris pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) memberi petunjuk bahwa semua kerabat pewaris dapat tampil sebagai ahli waris melalui penggantian ahli waris sepanjang tidak terhijab oleh ahli waris yang lebih utama, (3) Perbedaan ketentuan ahli waris pengganti dalam Hukum Kewarisan Islam dan Kompilasi Hukum Islam terjadi karena setiap peristiwa memiliki perbedaan pendapat para ahli atau ulama. Terdapat dua hal yang menjadi penyebab utamanya, yakni :(1) Metode dan pendekatan yang digunakan oleh ulama dalam melakukan ijtihad berbeda, (2) Kondisi masyarakat dan waktu kapan ulama melakukan ijtihad juga berbeda.Perbedaan yang terjadi bisa dijadikan sebagai bahan acuan penelitian yang bisa dikembangkan lebih luas lagi.

Kata Kunci: Ahli waris pengganti, hukum kewarisan Islam, kompilasi hukum Islam.

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 14 Oct 2016 02:11
Last Modified: 14 Oct 2016 02:11
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5537

Actions (login required)

View Item View Item