WULANDARI, RICA (2016) IMPLEMENTASI PEMBAGIAN HARTA BERSAMA AKIBAT PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA KABUPATEN MALANG. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.
Preview |
Text
COVER.pdf |
Preview |
Text
ABSTRAK.pdf |
Preview |
Text
DAFTAR ISI.pdf |
![]() |
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only |
![]() |
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf |
Abstract
Membahas soal perkawinan, berarti bicara soal hukum keluarga. Menarik
bahwa di antara berbagai bentuk Hukum Islam yang dielaskan dalam Al-Quran tidak
ada yang lebih rinci dari pada Hukum Keluarga yang mengulas soal perkawinan dan
segala hal yang menyangkut hubungan pria dan wanita dalam kehidupan keluarga.
Tidaklah mustahil jika dalam masyarakat dijumpai bahwa kehidupan perkawinan
terkadang dengan suatu sebab atau beberapa sebab keadaan rumah tangganya menjadi
buruk atau tidak harmonis lagi. Dengan keadaan yang seperti itulah menjadi alasan
pokok setiap pasangan suami- isteri memutuskan untuk mengakhiri hubungan
perkawinannya dan memilih untuk melakukan perceraian.
Karya ilmiah ini penelitian difokuskan pada pembagian harta bersama, tepatnya
pada Implementasi pembagian harta bersama akibat perceraian di Pengadilan Agama
Kabupaten Malang. Kajian ini akan dispesifikasi pada Putusan Hakim dalam
mengadili dan memutus suatu perkara. Permasalahan atau pertanyaan yang coba
dijawab dalam penelitian ini yaitu, (1). Bagaimana Implementasi Pembagian Harta
Bersama Akibat Perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Malang? (2).
Bagaimana akibat hukum pembagian harta bersama akibat perceraian tersebut?
Penelitian ini bersifat kepustakaan murni (library research), karena sumber
data-data diperoleh dari literatur-literatur. Dengan bentuk penelitian berupa deskriptif
analisis dengan pendekatan sosiologis. Penulis dalam hal ini berusaha
mendeskripsikan tentang perkawinan, akibat hukum perkawinan, perceraian serta
akibat hukum dari putusnya perkawinan dan mendeskripsikan tentang Implementasi
pembagian harta bersama akibat perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Malang.
Untuk memperoleh jawaban dari rumusan masalah, maka langkah awal yang
dilakukan adalah dengan mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Data-data yang
sudah terkumpul kemudian diklasifikasi, dan dianalisis.
Proses penyelesaian gugatan harta bersama di Pengadilan Agama Malang dapat
terjadi dua kemungkinan yaitu gugatan harta bersama digabung dengan perceraian
atau diajukan tersendiri setelah terjadinya perceraian dan putusan hakim atas dasar
kompilasi hukum Islam dan ditinjau dari teori keadilan maka masing-masing pihak
dari suami istri berhak mendapatkan separoh bagian untuk suami dan separoh bagian
untuk istri jadi kedua belah pihak mendapatkan bagian yang sama rata.
Akibat hukum apabila ikatan perkawinan tersebut putus baik putus karena cerai
hidup ataupun cerai mati. Maka masing-masing pihak dari suami istri berhak
mendapatkan separoh atau sama rata antara suami istri.. Didalam peraturan
perundang-undangan telah diatur mengenai akibat atau implikasi perceraian terhadap
harta bersama. Yaitu dalam, Pasal 35 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 36 ayat (1) dan ayat
(2), pasal 37 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang
Perkawinan
Dosen Pembimbing: | UNSPECIFIED | UNSPECIFIED |
---|---|
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 1 UNISSULA |
Date Deposited: | 12 Oct 2016 01:52 |
Last Modified: | 12 Oct 2016 01:52 |
URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5516 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |