Alfiana, Ana (2016) PENYELESAIAN SENGKETA DALAM JUAL BELI TANAH MELALUI MEDIATOR DI DESA GEMULUNG KECAMATAN PECANGAAN KABUPATEN JEPARA. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.
COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (484kB)
ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (81kB)
DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (8kB)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (241kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (378kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (277kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (157kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (157kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (213kB)
Abstract
Skripsi yang berjudul “Penyelesaian Sengketa Dalam Jual Beli Tanah Melalui Mediator Di Desa Gemulung Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara”, mempunyai latar belakang bahwa masyarakat lebih memilih penyelesaian sengketa tanah melalui mediasi di desa dengan mediator Petinggi. Tujuan yang dicapai adalah :1) untuk mengetahui karakter warga desa gemulung kenapa memilih musyawah melalui mediator 2) untuk mengetahui penyelesaian sengketa dalam jual beli tanah di luar pengadilan di Desa Gemulung Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara; 3) untuk mengetahui kendala-kendala yang muncul dalam penyelesaian sengketa jual beli tanah di luar pengadilan di Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara dan untuk menemukan bagaimana mengoptimalkan penyelesaian sengketa jual beli tanah diluar pengadilan.
Pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis, sehingga diperlukan data primer yang diperoleh dengan wawancara, dan data sekunder dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan : Penyelesaian sengketa dalam jual beli tanah di luar pengadilan di Desa Gemulung Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara dilakukan dengan cara mediasi di desa dengan mediator Kepala Desa / Kades atas kehendak dan itikad baik para pihak, dengan disaksikan dua perangkat desa. Tahapan mediasi dengan mempertemukan para pihak, jika ada kesepakatan dibuatkan “Kesepakatan Perdamaian Penyelesaian Sengketa Jual Beli tanah di luar pengadilan dapat berjalan optimal dilakukan dengan : a) sosialisasi mediasi kepada masyarakat; b) pendidikan Kepala Desa mengenai hukum pertanahan, khususnya aturan untuk menangani kasus pertanahan, serta diberikan bintek penanganan kasus dengan cara mediasi; c) perlu adanya peraturan yang menjadi pedoman para Kepala Desa untuk menyelenggarakan peradilan desa; dan d) “Kesepakatan Perdamaian” dituangkan menjadi “Akta Perdamaian” yang dibuat oleh Notaris, sehingga berkekuatan eksekutorial. Terutama kesepakatan perdamaian yang dibuat di BPN dan di desa. Kesepakatan dengan akta perdamaian dibuat oleh notaris dan merupakan akte autentik yakni akte yang mempunyai kekuatan sempurna sehingga apabila ternyata salah satu pihak ingkar / wanprestasi, maka pihak yang lainnya dapat meminta apa yang telah diperjanjikan dengan kesepakatan menurut pasal 1320 KUHPerdata.
Kata kunci : Penyelesaian sengketa, Jual beli Tanah, Mediasi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum |
| Date Deposited: | 12 Oct 2016 01:49 |
| Last Modified: | 12 Oct 2016 01:49 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5480 |
