Kuswondo, Rizqon Yassir (2016) HUBUNGAN PEMBERIAN N-ASETILSISTEIN (NAC) INTRAVENA DENGAN PERUBAHAN KADAR KREATININ - Studi Observasional terhadap Pasien Gagal Ginjal di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.
ABSTRAK_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (99kB)
COVER_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (588kB)
DAFTAR ISI_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (258kB)
BAB I_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (279kB)
BAB II_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (337kB)
BAB III_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (510kB)
BAB V_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (98kB)
BAB IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (438kB)
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (258kB)
Abstract
Kadar Kreatinin tinggi dalam darah merupakan salah satu cara menegakkan diagnosis gagal ginjal. N-asetilsistein sebagai antioksidan dapat bekerja menetralkan radikal bebas secara langsung dan merupakan prekusor glutation telah terbukti dapat meningkatkan pembersihan kreatinin serum 25% setelah pemberian N-asetilsistein intravena. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pemberian N-asetilsistein intravena dengan perubahan kadar kreatinin pada pasien gagal ginjal sebelum dilakukan hemodialisis.
Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional menggunakan data rekam medik pada pasien gagal ginjal sebelum hemodialisis di bagian rekam medik RSI Sultan Agung Semarang periode desember 2014 kemudian dihitung serum kreatinin sebelum dan sesudah pemberian N-asetilsistein intravena (Hydonac 5g/25 ml) 3-7 hari.
Dari 49 pasien gagal ginjal yang dilakukan pemberian N-asetilsistein intravena didapatkan hasil rerata kadar kreatinin sebelum pemberian N-asetilsistein intravena (5,67±2,96 mg/dl) dan rerata kadar kreatinin sesudah pemberian N-asetilsistein intravena lebih rendah (3,54±2,30) atau terjadi penurunan sebesar 37,6%. Sedangkan keeratan hubungan antara sebelum dan sesudah pemberian N-asetilsistein menggunakan uji pearson diperoleh nilai r sebesar 0,797 dengan hubungan keeratan yang kuat. Data yg diperoleh dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, hasilnya terdapat perbedaan rerata kadar kreatinin sebelum dan sesudah pemberian N-asetilsistein intravena yang signifikan sebesar P=0,000 (P< 0,005).
Data hasil tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan pemberian N-asetilsistein intravena dengan perubahan kadar kreatinin pada pasien gagal ginjal dengan penurunan kadar kreatinin sebesar 37,6%.
Kata kunci :Kadar Kreatinin, N-asetilsistein intravena, Gagal Ginjal
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter |
| Date Deposited: | 20 Sep 2016 06:57 |
| Last Modified: | 20 Sep 2016 06:57 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5136 |
