Prabaswari, Bethari Bunga (2016) PERBEDAAN MEDIUM ALFA-MEM DAN DMEM TERHADAP DIFERENSIASI MESENCHYMAL STEM CELL MENJADI SEL ADIPOSA (Studi Eksperimental In Vitro Efek Diferensiasi Mice Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell). Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

Text
abstrak_1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (6kB)
Text
cover_1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (424kB)
Text
daftar isi_1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (60kB)
Text
BAB I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (70kB)
Text
BAB II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (198kB)
Text
BAB III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (122kB)
Text
BAB V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (6kB)
Text
BAB IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (202kB)
Text
BAB V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (6kB)
Text
daftar pustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (67kB)

Abstract

Terapi terbaru dibutuhkan saat ini mengingat meningkatnya kebutuhan terapi kerusakan jaringan karena terapi konvensional seperti bedah rekonstruksi sudah tidak menjanjikan lagi sebab membutuhkan kecocokan donor. Salah satu terapi yang dapat dilakukan adalah penggunaan Mesenchymal Stem Cell (MSC) yang telah dideferensiasi menjadi sel adiposa. Pemilihan medium merupakan hal yang penting untuk pertumbuhan sel. Alfa-MEM dan DMEM merupakan medium yang direkomendasikan oleh banyak peneliti pada penelitian diferensiasi MSC menjadi sel adiposa, walaupun memiliki kandungan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh medium kultur alfa-MEM dan DMEM terhadap diferensiasi MSC menjadi sel adiposa.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan post test only group design. Dimulai dengan reseksi umbilical cord (UC) pada tikus betina galur wistar hamil 20 hari, kemudian isolasi, kultur, pemanenan sel, dan validasi MSC dengan CD73 dan CD105. MSC kemudian dibedakan di medium alfa-MEM dan DMEM, lalu disuplementasi dengan formula adipogenik yang terdiri dari 3-Isobutyl-1-Methylxanthine (IBMX), insulin, hidrokortison, deksametason, dan indometasin. Pengecatan dengan oil red-O kemudian dilakukan pada hari ke-21 untuk menghitung prosentase jumlah sel adiposa. Analisis data menggunakan uji beda parametrik independent T test.
Dari hasil uji deskriptif didapatkan rata-rata prosentase jumlah sel adiposa sebesar 49,5% pada medium alfa-MEM dan 24,5% pada medium DMEM. Hasil uji independent T test menunjukan nilai p=0,00 (p<0,05).
Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan alfa-MEM dan DMEM terhadap diferensiasi MSC menjadi sel adiposa.

Kata kunci = Alfa-MEM, DMEM, MSC, in vitro, sel adiposa

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Date Deposited: 20 Sep 2016 06:55
Last Modified: 20 Sep 2016 06:55
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5120

Actions (login required)

View Item
View Item