Lestari, Hanny Fuzi (2016) PERBEDAAN ANTARA MISOPROSTOL PERVAGINAM DAN OKSITOSIN DRIP TERHADAP KEBERHASILAN INDUKSI PERSALINAN - Studi Analitik Observasional Pada Ibu Hamil Dengan KPDdi Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Periode Januari 2013– Desember 2014. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[thumbnail of cover_1.pdf] Text
cover_1.pdf

| Download (425kB)
[thumbnail of abstrak_1.pdf] Text
abstrak_1.pdf

| Download (89kB)
[thumbnail of daftar isi_1.pdf] Text
daftar isi_1.pdf

| Download (102kB)
[thumbnail of bab I_1.pdf] Text
bab I_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (172kB)
[thumbnail of bab II_1.pdf] Text
bab II_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (248kB)
[thumbnail of bab III_1.pdf] Text
bab III_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (379kB)
[thumbnail of bab IV_1.pdf] Text
bab IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (199kB)
[thumbnail of bab V_1.pdf] Text
bab V_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (88kB)
[thumbnail of daftar pustaka_1.pdf]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

| Preview Download (168kB)

Abstract

Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum ada tanda persalinan. Ketuban pecah dini akan meningkatkan resiko terhadap kehamilan. Untuk mencegah resiko perlu dilakukan tindakan untuk mempercepat lahirnya janin. Salah satunya dengan induksi persalinan menggunakan misoprostol pervaginam ataupun oksitosin drip. Perbedaan intervensi dengan oksotosin drip dan misoprostol pervaginam dapat memberikan hasil yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaanantara misoprostol pervaginam dan oksitosin drip terhadap keberhasilan induksi persalinan pada ibu hamil dengan ketuban pecah dini.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan kohort retrospektif menggunakan data rekam medik ibu bersalin di bagian rekam medik RSI Sultan Agung Semarang periode Agustus 2015. Terdapat 57 sampel untuk kelompok kasus yang diinduksi dengan misoprostol pervaginam dan57 sampel kelompok kasus yang diinduksi oleh oksitosin drip.
Dari 114 sampel kelompok kasus, terdapat 41sampel yang berhasil diinduksi oleh misoprostol pervaginam (32,1%) dan 16 sampel gagal diinduksi oleh misoprostol pervaginam (17,9%), sedangkan pada 57 sampel kelompok kasus yang diinduksi oleh oksitosin drip sebanyak 30 sampel berhasil diinduksi (26,3%) dan 27 sampel sisanya gagal induksi persalinan (23,6%). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square, hasilnya signifikan ( p = 0,034)
Data hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara pemberian misoprostol pervaginam dibandingkan dengan oksitosin drip terhadap keberhasilan induksi persalinan.

Kata kunci : Ketuban pecah dini, misoprostol pervaginam, oksitosin drip.

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan Reviewer UNISSULA
Date Deposited: 09 Sep 2016 02:51
Last Modified: 09 Sep 2016 02:51
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/4995

Actions (login required)

View Item View Item