Widanti, Amanda Syifa Salma (2016) PENGARUH KADAR GLUKOSA DARAH TERHADAP LAMA WAKTU PENCAPAIAN VISUS TERBAIK PASCA OPERASI FAKOEMULSIFIKASI - Studi Observasional Analitik di Sultan Agung Eye Center (SEC). Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[thumbnail of COVER_1.pdf]
Preview
Text
COVER_1.pdf

| Preview Download (581kB)
[thumbnail of ABSTRAK_1.pdf]
Preview
Text
ABSTRAK_1.pdf

| Preview Download (163kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI_1.pdf]
Preview
Text
DAFTAR ISI_1.pdf

| Preview Download (95kB)
[thumbnail of BAB I_1.pdf] Text
BAB I_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (171kB)
[thumbnail of BAB II_1.pdf] Text
BAB II_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (263kB)
[thumbnail of BAB III_1.pdf] Text
BAB III_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (290kB)
[thumbnail of BAB IV_1.pdf] Text
BAB IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (245kB)
[thumbnail of BAB V_1.pdf] Text
BAB V_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (162kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA_1.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf

| Preview Download (237kB)

Abstract

Diabetes Mellitus(DM) adalah sekumpulan penyakit endokrin yang ditandai dengan hiperglikemia. Efek yang terakumulasi dari kondisi hiperglikemia pada DM akan berpengaruh pada kejernihan lensa dan menyebabkan katarak. Pasien dengan hiperglikemi mempunyai fungsi kornea yang abnormal sehingga sering terjadi erosi kornea yang berulang, defek epitel yang persisten, edema kornea yang persisten dan peningkatan permeabilitas endotel terhadap fluoresin setelah operasi katarak. Sel endotel lebih banyak mengalami kerusakan dan penyembuhan edema korneanya lebih lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kadar gula darah terhadap lama waktu pencapaian visus terbaik pasca operasi fakoemulsifikasi.
Penelitian analitik observasional dengan rancangan cohort yang dilakukan pada 106 pasienbedah katarak dengan teknik fakoemulsifikasi yang dipilih secara consecutive sampling. Pemeriksaan kadar gula darah dilakukan dengan alat glukostest, sedangkan pencapaian visus dilakukan dengan optotype Snellen pada sebelum operasi fakoemulsifikasi, 1 dan 3 minggu pasca operasi fakoemulsifikasi. Uji chi square digunakan sebagai analisis data.
Pencapaian visus terbaik pada pasien dengan rata-rata kadar gula darah ≥ 200 mg/dl (hiperglikemia) yang dicapaidalam waktu 3 minggu sesudah operasi fakoemulsifikasi sebanyak 39,6%, sedangkan pada pasien dengan kadar gula darah normal pencapaian visus terbaik yang dicapai dalam waktu 1 minggu sesudah operasi fakoemulsifikasi sebanyak31,1% (p<0,05).
Kesimpulan: terdapat pengaruh kadar gula darah terhadap lama waktu pencapaian visus terbaik pasca operasi fakoemulsifikasi.
Kata kunci : Kadar Gula Darah,Waktu Pencapaian Visus Terbaik, Teknik Fakoemulsifikasi.

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan Reviewer UNISSULA
Date Deposited: 08 Sep 2016 02:44
Last Modified: 08 Sep 2016 02:44
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/4922

Actions (login required)

View Item View Item