Tjahya, M. Nur (2016) HUBUNGAN ANTARA SEROTIP DEN-1 DARI ISOLAT Aedes aegypti DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (studi kasus di daerah endemis DBD kota semarang). Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[thumbnail of ABSTRAK_1.pdf]
Preview
Text
ABSTRAK_1.pdf

| Preview Download (93kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI_1.pdf]
Preview
Text
DAFTAR ISI_1.pdf

| Preview Download (100kB)
[thumbnail of COVER_1.pdf]
Preview
Text
COVER_1.pdf

| Preview Download (498kB)
[thumbnail of BAB I_1.pdf] Text
BAB I_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (101kB)
[thumbnail of BAB II_1.pdf] Text
BAB II_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (127kB)
[thumbnail of BAB IV_1.pdf] Text
BAB IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (108kB)
[thumbnail of BAB III_1.pdf] Text
BAB III_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (294kB)
[thumbnail of BAB V_1.pdf] Text
BAB V_1.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (92kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA_1.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf

| Preview Download (167kB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis, Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya. Sementara itu, terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009, World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Tujuan penelitian membuktikan hubungan antara serotipe DEN-1 dari isolat Aedes aegypti dengan kejadian DBD di daerah endemis DBD di Kota Semarang.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan belah lintang (Cross Sectional) Data kejadian DBD sebagai data sekunder dikumpulkan dari 2 wilayah endemis tinggi yaitu Kecamatan Genuk sebagai wilayah endemis paling tinggi dan Kecematan Semarang Utara sebagai wilayah endemis tinggi yang paling rendah. Pengambilan sampel Aedes aegypti dewasa betina sebagai data primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serotipe DEN-1 ditemukan 2 isolat sebesar (6,7%) dari isolatnya di daerah endemis tinggi Kota Semarang dengan kejadian DBD tertinggi dan di daerah endemis tinggi DBD Kota Semarang dengan kejadian DBD terendah.
Tabulasi silang antara serotipe DEN-1 dengan kejadian memiliki dua (2) sel dengan nilai expected count < 5, sehingga uji yang digunakan untuk menunjukkan ada tidaknya hubungan serotipe DEN-1 dengan kejadian diuji dengan fisher exact test. Uji fisher exact diperoleh p = 0,682 (p > 0,05) menunjukkan tidak ada hubungan antara serotip DEN-1 dari isolat nyamuk Aedes aegypti dengan kejadian DBD di Kota Semarang
Kesimpulan: tidak ada hubungan serotip DEN-1 dari isolat Aedes aegypti dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kota Semarang..
Kata kunci: Serotipe DEN-1, Isolat Aedes aegypti, Demam Berdarah Dengue

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan Reviewer UNISSULA
Date Deposited: 08 Sep 2016 02:40
Last Modified: 08 Sep 2016 02:40
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/4883

Actions (login required)

View Item View Item