Javanisa, Sabrina Thuse (2026) UJI TOKSISITAS AKUT FRAKSI N-HEKSANA LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata) SEBAGAI ANTIMALARIA Studi Eksperimen pada Mencit (Mus musculus) dengan Plasmodium berghei. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
Kedokteran Umum_30102200193_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (2MB)
Kedokteran Umum_30102200193_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (53kB)
Abstract
Malaria merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Lengkuas merah merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai antioksidan, antibakteri, larvasida, sitotoksik, dan vasodilator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut fraksi n-heksana lengkuas merah sebagai antimalaria yang diinduksi dengan Plasmodium berghei.
Penelitian Eksperimen menggunakan desain post test only control group design dengan 25 mencit galur BALB/c dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol (K1), mencit diinduksi Plasmodium berghei dan klorokuin (K2), mencit diinduksi Plasmodium berghei dan fraksi n-heksana 10 mg/kgBB (K3), mencit diinduksi Plasmodium berghei dan fraksi n-heksana 20 mg/kgBB (K4), mencit diinduksi Plasmodium berghei dan fraksi n-heksana 40 mg/kgBB (K5), dinilai dari aktivitas fisik, berat badan, bobot hepar, SGOT, dan SGPT.
Hasil rerata berat badan memiliki perbedaan yang signifikan menggunakan Uji One Way Anova p=0,013 (p<0,05), dilanjut menggunakan Uji Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada K1 dengan K3, K2 dengan K3, K3 dengan K4, dan K3 dengan K5. Rerata bobot hepar memiliki perbedaan yang signifikan menggunakan Uji Kruskal-wallis p=0,046 (p<0,05), dilanjut menggunakan Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada K1 dengan K3 dan K2 dengan K3. Rerata kadar SGOT memiliki perbedaan yang signifikan menggunakan Uji One Way Anova p=0,043 (p<0,05), dilanjut menggunakan Uji Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) pada K2 dengan K4 dan K2 dengan K5. Rerata kadar SGPT tidak memiliki perbedaan yang signifikan p=0,195 (p>0,05).
Penelitian ini menunjukkan fraksi n-heksana lengkuas merah pada dosis 10 mg/kgBB, 20 mg/kgBB, dan 40 mg/kgBB menimbulkan efek toksik.
Kata kunci : Malaria, lengkuas merah, toksisitas akut
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter |
| Date Deposited: | 18 May 2026 09:05 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46979 |
