Sabila, Nida Dina (2026) EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI CELL-FREE SUPERNATANT (CFS) BAKTERI ASAM LAKTAT Lactobacillus casei TERHADAP PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis Studi Eksperimental Perbedaan Zona Hambat CFS Lactobacillus casei Dibandingkan Salep Mupirosin 2% Terhadap Pertumbuhan Bakteri Enterococcus faecalis yang Diisolasi dari Pasien dengan Ulkus Diabetikum. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Text
Kedokteran Umum_30102200156_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (2MB)
Text
Kedokteran Umum_30102200156_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (18kB)

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi serius diabetes melitus yang disertai infeksi bakteri, salah satunya Enterococcus faecalis. Bakteri ini memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi dan menunjukkan peningkatan resistensi terhadap antibiotik topikal seperti mupirosin, penggunaan mupirosin yang luas dilaporkan dapat menimbulkan efek samping. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan zona hambat cell-free supernatant Lactobacillus casei dibandingkan dengan salep mupirosin terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post-test only control group design. Sampel berupa isolat klinis Enterococcus faecalis yang berasal dari ulkus diabetikum pasien. Terdapat tiga kelompok perlakuan, yaitu CFS Lactobacillus casei ATCC 393 sebagai kelompok perlakuan, salep mupirosin 2% sebagai kontrol positif, dan NaCl 0,9% sebagai kontrol negatif. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller-Hinton agar. Parameter yang diukur adalah diameter zona hambat pertumbuhan E. faecalis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk yang dilanjutkan dengan uji nonparametrik Mann–Whitney.
Penelitian menunjukkan bahwa CFS Lactobacillus casei mampu membentuk zona hambat terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis dengan rata-rata diameter10,5  0,52., sedangkan mupirosin 2% menghasilkan zona hambat dengan rata-rata 22,67  0,55. Kelompok kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara kelompok CFS L. casei dan mupirosin 2% (p = 0,001).
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat aktivitas antibakteri pada CFS Lactobacillus casei terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis secara in vitro.

Kata Kunci: Cell-free supernatant, Lactobacillus casei, Enterococcus faecalis.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Date Deposited: 19 May 2026 02:35
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46963

Actions (login required)

View Item
View Item