Khasol, Muhammad Chilman (2026) PENGARUH PEMBERIAN NANOEMULSI BUNGA TELANG (Clitoria Ternatea L.) TERHADAP KADAR SGOT Studi Eksperimental terhadap Tikus Wistar Model Sindrom Metabolik. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Text
Kedokteran Umum_30102200125_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (1MB)
Text
Kedokteran Umum_30102200125_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (55kB)

Abstract

Sindrom metabolik merupakan sekumpulan faktor risiko yang bisa menyebabkan kerusakan hati yang ditandai dengan peningkatan kadar SGOT. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi yang bersifat hepatoprotektif. Sediaan nanoemulsi memiliki bioavailabilitas dan efek terapeutik yang lebih tinggi dibandingkan dengan sediaan ekstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian nanoemulsi bunga telang terhadap kadar SGOT pada tikus Wistar model sindrom metabolik.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain post-test control group design. Sebanyak 30 ekor tikus Wistar jantan dirandomisasi ke dalam lima kelompok. K1 merupakan kelompok normal yang hanya mendapatkan pakan standar, K2 merupakan kelompok kontrol negative yang diinduksi HFFD selama 21 hari tanpa diberi intervensi, sementara kelompok K3, K4 dan K5 diinduksi HFFD selama 21 hari dan diberikan nanoemulsi bunga telang selama 14 hari dengan dosis 40, 60 dan 80 mg/200 gBB. Pengukuran kadar SGOT dilakukan menggunakan metode spektrofotometri dengan Aspartate Aminotransferase Activity Assay Kit.
Hasil rerata kadar SGOT menunjukan K1 sebesar 40,86±0,56 U/L, K2 sebesar 76,47±0,9 U/L, K3 sebesar 52,19±0,55 U/L, K4 sebesar 46,2±0,64 U/L, K5 sebesar 43,12±0,56 U/L. Hasil uji One Way ANOVA mengindikasikan terdapat perbedaan bermakna rerata kadar SGOT antar kelompok dengan (p=0,000). Uji Post Hoc LSD sebagai analisis lanjutan untuk mengetahui perbandingan antar kelompok menunjukan hasil (p<0,05). Kelompok K5 menunjukan rerata kadar SGOT paling mendekati nilai kelompok normal.
Berdasarkan hasil penelitian pemberian nanoemulsi bunga telang berpengaruh terhadap kadar SGOT pada tikus Wistar model sindrom metabolik.
Kata kunci: Sindrom Metabolik, SGOT, Nanoemulsi Bunga Telang, HFFD, Tikus Wistar

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Date Deposited: 19 May 2026 02:47
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46946

Actions (login required)

View Item
View Item