Arkan, Fadhilah (2026) UJI TOKSISITAS AKUT FRAKSI ETIL ASETAT LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata) SEBAGAI ANTIMALARIA Studi Eksperimen Pada Mencit (Mus Musculus) Dengan Plasmodium Berghei. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.
Kedokteran Umum_30102200065_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (3MB)
Kedokteran Umum_30102200065_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (148kB)
Abstract
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global dengan meningkatnya angka resistensi terhadap obat antimalaria konvensional. Lengkuas merah (Alpinia purpurata) memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antimalaria, namun aspek keamanannya, khususnya toksisitas akut fraksi etil asetat, perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas akut fraksi etil asetat lengkuas merah pada mencit (Mus musculus) yang diinduksi Plasmodium berghei.
Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Sebanyak 25 ekor mencit jantan galur BALB/c dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol positif (klorokuin), serta tiga kelompok perlakuan fraksi etil asetat lengkuas merah dengan dosis 10 mg/kgBB, 20 mg/kgBB, dan 40 mg/kgBB. Parameter toksisitas akut yang diamati meliputi perubahan berat badan, bobot hepar, kadar SGOT, kadar SGPT, serta tanda-tanda fisik mencit selama periode observasi 14 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan Kruskal-Wallis dengan tingkat signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan toksisitas seiring peningkatan dosis fraksi etil asetat lengkuas merah. Dosis tinggi menyebabkan perubahan bermakna pada berat badan, penurunan bobot hepar, serta peningkatan kadar SGOT (p < 0,05) dibandingkan kelompok kontrol. Meskipun kadar SGPT tidak menunjukkan perbedaan signifikan, perubahan parameter fisiologis dan biokimia tersebut mengindikasikan adanya respons toksik akut, terutama pada dosis tinggi.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat lengkuas merah memiliki potensi toksisitas akut dosis-dependent pada mencit terinfeksi Plasmodium berghei, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam penentuan dosis untuk pengembangan lebih lanjut sebagai kandidat antimalaria.
Kata kunci: toksisitas akut, lengkuas merah, fraksi etil asetat, Plasmodium berghei, antimalaria
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 02:52 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46827 |
