Satoto, Aramita Sekarjati (2026) EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI CELL-FREE SUPERNATANT (CFS) BAKTERI ASAM LAKTAT Lactobacillus Casei TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Acinetobacter baumanii Studi Eksperimental Perbedaan Zona Hambat CFS Lactobacillus casei dibandingkan Salep Gentamisin 0,1% terhadap Pertumbuhan Bakteri Acinetobacter baumannii yang Diisolasi dari Pasien dengan Ulkus Diabetikum. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Text
Kedokteran Umum_30102200030_fullpdf.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (2MB)
Text
Kedokteran Umum_30102200030_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (49kB)

Abstract

Acinetobacter baumannii merupakan patogen penyebab ulkus diabetikum, penggunaan antibiotik topikal jangka panjang memicu resistensi gentamisin sehingga dapat menurunkan efektivitas pengobatan. Hal ini menuntut pengembangan agen antimikroba alternatif yang lebih aman dan berpotensi efektif. Salah satu kandidat yang dapat dimanfaatkan adalah Cell-Free Supernatant (CFS) dari Lactobacillus casei, yang mengandung berbagai metabolit aktif dengan kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antibakteri CFS L. casei dengan salep Gentamicin 0,1% terhadap A. baumannii yang diisolasi dari ulkus diabetikum.
Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium secara in vitro. Isolat A. baumannii distandarisasi hingga setara dengan 0,25 McFarland. Kontrol positif menggunakan salep Gentamisin 0,1%, kontrol negatif menggunakan NaCl, dan kelompok perlakuan menggunakan CFS L. casei. Kemampuan antibakteri kemudian diuji menggunakan metode difusi cakram Kirby–Bauer. Diameter zona hambat diukur menggunakan jangka sorong setelah proses inkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Analisis statistik dilakukan dengan uji Mann–Whitney U untuk menilai perbedaan efektivitas antibakteri antara kedua perlakuan.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Gentamicin 0,1% menghasilkan zona hambat dengan diameter berkisar antara 14 mm – 18 mm, sedangkan CFS L. casei memperlihatkan zona hambat dengan diameter 8 mm – 9 mm. Kelompok kontrol negatif tidak menunjukkan adanya zona hambat. Analisis Mann–Whitney U menunjukkan perbandingan yang signifikan antara kedua agen uji (p < 0,001).
Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa CFS Lactobacillus casei memiliki daya hambat antibakteri yang lebih lemah terhadap A. baumannii dibandingkan Gentamicin 0,1%, namun CFS tetap menunjukkan aktivitas antibakteri dan berpotensi dikembangkan sebagai agen antimikroba alami pendamping dalam tata laksana infeksi ulkus diabetikum.
Kata Kunci : Acinetobacter baumannii, Cell-Free Supernatant, Gentamisin, Lactobacillus casei, ulkus diabetikum.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa FK - Skripsi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Date Deposited: 03 Jun 2026 01:34
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46814

Actions (login required)

View Item
View Item