MULYATI, MIMIN (2026) PENGARUH MENTORING TENTANG KEPERAWATAN SPIRITUAL TERHADAP PENEGAKKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN SPIRITUAL DI RUMAH SAKIT SARI ASIH CIPUTAT. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Keperawatan_21902400026_fullpdf.pdf] Text
Magister Keperawatan_21902400026_fullpdf.pdf

| Download (7MB)
[thumbnail of Magister Keperawatan_21902400026_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Keperawatan_21902400026_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (69kB)

Abstract

Peran dan fungsi perawat ialah memberikan asuhan keperawatan secara holistik , aspek spiritual belum mendapat perhatian sehingga asuhan belum terlaksana karena spiritualitas bersifat abstrak (Belindiani et al., 2018; Melhem et al., 2016;). Minimnya pemahaman spiritualitas , keperawatan spiritual, pendampingan serta pelatihan menyebabkan perawat kurang optimal dalam memberikan asuhan, (Belindiani et al., 2018). Ni Putu Mega , 70% perawat memperhatikan kondisi fisik saja sementara dukungan spiritual merupakan kompetensi otonom perawat dalam memberikan asuhan. Diagnosis keperawatan spiritual (SDKI) meliputi Ansietas , Berduka , Distress Spiritual , Keputusasaan dan Risiko Distress Spiritual dengan konsep Spiritual History Tool FICA Puchal-ski (Murtiningsih, 2022). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pengaruh mentoring terhadap penengakkan diagnosis keperawatan spiritual.
Metode: Rancangan penelitian adalah Pre Experiment one group Pre And Post Design . Responden adalah PK II RS Sari Asih Ciputat sebanyak 76 perawat dengan tehnik Total Sampling . Uji validitas reliabilitas uji instrumen dengan IBM SPSS 29 diperoleh nilai 0.809 (Cronbach alpha), 13 soal Pre Test diberikan sebelum pendampingan dan Post test setelah pendampingan.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan responden sebagian besar ≥ 25 tahun (95.83%) , kategori dewasa muda pada rentang usai produktif dan pengalaman kerja lebih dari 6 tahun (65.29%) serta berpendidikan D III Keperawatan (75%) yang didominasi oleh perawat perempuan (70.84%). Penegakkan diagnosis keperawatan yang optimal meningkat setelah pendampingan yaitu 83.4% dari 45.8%. Berdasarkan pengujian data menurut Wilcoxon test menunjukkan peningkatan pengetahuan responden yang signifikan setelah pendampingan (p=0.001 α=0.05) dengan dampak (R) sebesar 0.815 (Z=6.914) bermakna Large Effect terhadap penegakkan diagnosis keperawatan (≥0.05).
Simpulan : Pendampingan keperawatan spiritual mempengaruhi penegakkan diagnosis keperawatan spiritual.

Kata Kunci : Asuhan Keperawatan Spiritual, Diagnosis Keperawatan Spiritual, Mentoring Keperawatan

Dosen Pembimbing: Abdurrouf, Muh. and Sari, Dyah Wiji Puspita | nidn0605057902, nidn0622078602
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Keperawatan
Fakultas Ilmu Keperawatan > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Ilmu Keperawatan
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Ilmu Keperawatan
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 30 Apr 2026 07:54
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46704

Actions (login required)

View Item View Item