library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENGARUH PEMBERIAN REHIDRASI CAIRAN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN TANDA-TANDA VITAL PADA PASIEN HIPERGLIKEMIA DI RUANG IGD

Detail Tugas Akhir

PENGARUH PEMBERIAN REHIDRASI CAIRAN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN TANDA-TANDA VITAL PADA PASIEN HIPERGLIKEMIA DI RUANG IGD

Istiadah, Ika Lilis (2026) PENGARUH PEMBERIAN REHIDRASI CAIRAN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN TANDA-TANDA VITAL PADA PASIEN HIPERGLIKEMIA DI RUANG IGD. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Keperawatan_21902400019_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (55kB)
PDF
Text
Magister Keperawatan_21902400019_fullpdf.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (4MB)

Abstract

Hiperglikemia akut merupakan keadaan gawat darurat yang sering dijumpai di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah komplikasi metabolik. Pemberian cairan rehidrasi awal merupakan salah satu intervensi penting untuk menurunkan kadar glukosa darah dan menstabilkan kondisi hemodinamik pasien.
Metode : Merupakan penelitian pre-eksperimantal dengan one group pra-post test design dengan jumlah sampel 40 responden, yang diambil secara total sampling.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 51–60 tahun (45%), berjenis kelamin laki-laki (57,5%), dan memiliki riwayat Diabetes Mellitus dengan lama menderita 6–10 tahun (62,5%). Pemberian rehidrasi cairan mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan dari 404,68 mg/dL menjadi 313,15 mg/dL setelah intervensi rehidrasi intravena (p = 0,000). Selain itu, terjadi perbaikan hemodinamik yang ditandai dengan penurunan tekanan darah sistolik (139,08 menjadi 129,10 mmHg; p = 0,001), penurunan frekuensi nadi (101,10 menjadi 96,33 kali/menit; p = 0,000), serta penurunan frekuensi napas (22,83 menjadi 21,35 kali/menit; p = 0,000). Sementara itu, suhu tubuh tidak menunjukkan perubahan yang bermakna (36,71 menjadi 36,60 °C; p = 0,235).
Simpulan : Penelitian ini berperan penting sebagai tindakan awal yang efektif dan aman dalam manajemen pasien hiperglikemia, meskipun tetap diperlukan tindak lanjut terapeutik seperti pemberian insulin, koreksi elektrolit, serta pemantauan ketat untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.

Kata kunci: glukosa darah, hiperglikemia, rehidrasi cairan, tanda-tanda vital

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints