library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENGARUH KOMBINASI WARM COMPRESS DAN EARLY MOBILIZATION TERHADAP BLOATING PADA PASIEN POSTOPERATIVE LAPAROSKOPI KOLESISTEKTOMI

Detail Tugas Akhir

PENGARUH KOMBINASI WARM COMPRESS DAN EARLY MOBILIZATION TERHADAP BLOATING PADA PASIEN POSTOPERATIVE LAPAROSKOPI KOLESISTEKTOMI

Sudrajat, Fedi (2026) PENGARUH KOMBINASI WARM COMPRESS DAN EARLY MOBILIZATION TERHADAP BLOATING PADA PASIEN POSTOPERATIVE LAPAROSKOPI KOLESISTEKTOMI. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Keperawatan_21902400013_fullpdf.pdf
PDF
Text
Magister Keperawatan_21902400013_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (60kB)

Abstract

Pasien pasca operasi laparoskopi kolesistektomi sering mengalami gangguan fungsi gastrointestinal seperti bloating akibat efek insuflasi CO₂ dan imobilisasi. Penanganan nonfarmakologis seperti kompres hangat dan mobilisasi dini diyakini dapat mempercepat pemulihan fungsi usus, namun bukti ilmiah yang membandingkan efektivitas kombinasi kedua intervensi ini masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh kombinasi warm compress dan early mobilization terhadap penurunan bloating, peningkatan peristaltik usus, dan hasil perkusi abdomen pada pasien pasca operasi laparoskopi kolesistektomi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre–post test with control group. Sampel terdiri dari 66 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi diberikan kombinasi kompres hangat dan mobilisasi dini, sedangkan kelompok kontrol mendapat perawatan standar pascaoperasi. Analisis data menggunakan uji Marginal Homogeneity, McNemar, Chi-Square, Wilcoxon Signed Rank Test, Mann-Whitney U Test, dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Kombinasi warm compress dan early mobilization berpengaruh signifikan terhadap penurunan keluhan bloating (p = 0,001) dan peningkatan peristaltik usus (p = 0,000), namun tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap hasil perkusi abdomen (p = 0,355). Secara klinis, mayoritas pasien dalam kelompok intervensi mengalami perbaikan fungsi gastrointestinal lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol. Pembahasaan dan Kesimpulan: Kombinasi kompres hangat dan mobilisasi dini efektif mempercepat pemulihan fungsi gastrointestinal pasca laparoskopi kolesistektomi melalui mekanisme peningkatan sirkulasi darah lokal, stimulasi sistem saraf parasimpatis, dan percepatan eliminasi gas CO2. Intervensi ini dapat diterapkan sebagai pendekatan keperawatan nonfarmakologis untuk mempercepat pemulihan pasien dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pascaoperasi.
Kata Kunci: kopres hangat; mobilisasi dini; kembung; laparoskopi

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints