KEBERTAHANAN PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR ROB Studi Kasus Dukuh Nyangkringan, Sriwulan, Kabupaten Demak
Berkas Tugas Akhir
Perencanaan Wilayah dan Kota_31201900055_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Banjir rob merupakan bencana yang terjadi secara berulang di wilayah pesisir, termasuk di Dukuh Nyangkringan, Sriwulan, Kabupaten Demak. Kondisi topografi yang datar serta penurunan muka tanah menyebabkan kawasan ini memiliki tingkat kerentanan tinggi. Dalam situasi tersebut, perempuan menjadi kelompok yang terdampak signifikan karena peran domestic dan sosial yang melekat, namun juga memiliki kapasitas adaptif dalam mempertahankan keberlangsungan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk ketahanan perempuan dalam menghadapi banjir rob. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Narasumber dipilih secara purposive, yaitu perempuan dewasa yang telah mengalami banjir rob secara berulang. Analisis ini dilakukan melalui reduksi dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebertahanan perempuan tercermin dalam empat aspek, yaitu social, ekonomi, kesiapsiagaan dan fisik. Perempuan membangun solidaritas social, mengelola ekonomi rumah tangga, memniliki pengetahuan lokal terkait pola pasang surut, serta melakukan adaptasi fisik seperti peninggian lantai rumah. Diperlukan penguatan kapasitas perempuan dalam perencanaan kebencanaan berbasisi gender guna mendukung pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir.
Kata kunci: kebertahanan perempuan, banjir rob, pesisir, adaptasi.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
