Sylvienia, Sylvienia (2026) PENGARUH PEMBERIAN EXOSOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELLS (EH-MSC) TERHADAP EKSPRESI SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) DAN FILAGGRIN (Studi Eksperimental in Vivo Pada Tikus Wistar Psoriasis Like yang diinduksi IMQ). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010527_fullpdf.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010527_fullpdf.pdf

| Download (2MB)
[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010527_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010527_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (143kB)

Abstract

Latar Belakang: Psoriasis merupakan penyakit autoimun inflamasi kronis ditandai plak eritematosa berbatas tegas disertai sisik putih keperakan, yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Superoxide dismutase (SOD) dan filaggrin diketahui berperan penting dalam patogenesis psoriasis. SOD berfungsi menekan stres oksidatif menetralisir Reactive Oxygen Species (ROS), sedangkan filaggrin berperan dalam diferensiasi keratinosit dan menjaga integritas sawar kulit. Penurunan ekspresi kedua protein tersebut memperberat inflamasi dan kerusakan sawar epidermis. Exosome hypoxia mesenchymal stem cells (EH-MSCs) mengandung molekul bioaktif berpotensi meningkatkan aktivitas antioksidan dan memperbaiki sawar kulit, namun penelitian mengenai pengaruhnya terhadap ekspresi SOD dan filaggrin pada psoriasis masih terbatas.
Metode : Penelitian ini studi eksperimental in vivo dengan desain Randomized post-test only control group. Model psoriasis diinduksi pada tikus Wistar jantan menggunakan imiquimod (IMQ). Hewan coba dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol sehat, kontrol NaCl, terapi metotreksat, serta kelompok injeksi EH-MSCs dosis 100 µl/ekor dan 200 µl/ekor. Ekspresi SOD dan filaggrin dianalisis menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Analisis statistik dilakukan menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Post Hoc LSD.
Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa ekspresi SOD tertinggi terdapat pada kelompok EH-MSC dosis 200 µl/ekor (1,60 ± 0,41) dan 100 µl/ekor (1,55 ± 0,53), dengan perbedaan bermakna antar kelompok (p = 0,000). Ekspresi filaggrin juga tertinggi dibandingkan dengan kontrol EH-MSC dosis 100 µl/ekor (1,52 ± 0,32) dan 200 µl/ekor (1,44 ± 0,39), dengan perbedaan bermakna secara statistik (p = 0,002).
Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian EH-MSCs, terutama dosis 200 µl/ekor, secara signifikan meningkatkan ekspresi SOD dan filaggrin pada tikus model psoriasis

Kata Kunci: psoriasis, SOD, FILAGGRIN dan EH-MSCs

Dosen Pembimbing: Priyantini, Sri and Setiawan, Eko | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 29 Apr 2026 03:54
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46622

Actions (login required)

View Item View Item