library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENGARUH PEMBERIAN INJEKSI INTRADERMAL SECRETOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELL (SH-MSCs) TERHADAP KADAR VEGF DAN IL-10 (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar Model Xerosis Cutis Like yang Diinduksi SLS)

Detail Tugas Akhir

PENGARUH PEMBERIAN INJEKSI INTRADERMAL SECRETOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELL (SH-MSCs) TERHADAP KADAR VEGF DAN IL-10 (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar Model Xerosis Cutis Like yang Diinduksi SLS)

Rianti, Rianti (2026) PENGARUH PEMBERIAN INJEKSI INTRADERMAL SECRETOME HYPOXIA MESENCHYMAL STEM CELL (SH-MSCs) TERHADAP KADAR VEGF DAN IL-10 (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar Model Xerosis Cutis Like yang Diinduksi SLS). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Magister Biomedik_MBK2424010521_fullpdf.pdf
PDF
Text
Magister Biomedik_MBK2424010521_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (71kB)

Abstract

Latar Belakang: Xerosis cutis adalah kondisi kulit yang ditandai dengan kekeringan dan kerusakan fungsi sawar kulit. Penurunan kadar VEGF dan IL-10 berperan dalam angiogenesis dan inflamasi. Terapi konvensional umumnya hanya mengatasi hidrasi kulit sementara. Secretome hipoksia mesenchymal stem cells (SH-MSCs) mengandung VEGF dan IL-10, berpotensi memperbaiki fungsi sawar kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh injeksi intradermal SH-MSCs terhadap kadar VEGF dan IL-10 pada model xerosis cutis like yang diinduksi dengan Sodium Lauryl Sulfate (SLS).
Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen in vivo post-test only control group. 30 tikus Wistar jantan dibagi menjadi enam kelompok, termasuk kontrol sehat, kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis SH-MSCs 100 µL, 200 µL, dan 300 µL. Xerosis cutis diinduksi dengan aplikasi SLS 5% selama sembilan hari, diikuti injeksi SH-MSCs pada hari ke-10, 13, 16, dan 19. Pengukuran kadar VEGF dan IL-10 dilakukan menggunakan ELISA pada hari ke-22.
Hasil: Pemberian SH-MSCs dosis 300 µL (K6) meningkatkan kadar VEGF (83,05 ± 3,45 ng/L) dan IL-10 (73,99 ± 3,00 ng/L) secara signifikan dibandingkan kontrol negatif (K2) yang masing-masing 47,86 ± 2,05 ng/L dan 32,05 ± 4,49 ng/L. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,001).
Kesimpulan: Injeksi intradermal SH-MSCs meningkatkan kadar VEGF dan IL-10 pada model xerosis cutis like. Dosis 300 µL memberikan efek optimal, menunjukkan potensi terapi biologis untuk xerosis cutis.
Kata Kunci: Xerosis cutis, Secretome hypoxia-MSC, VEGF, IL-10, inflamasi, tikus Wistar.

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints