Novriyani, Novriyani (2026) Pengaruh Krim Ekstrak Bekatul (Rice Bran) terhadap Kadar Filaggrin dan Interleukin-1a (Studi Eksperimental pada Tikus Wistar yang di Induksi SLS 10% dengan Model Kerusakan Skin Barrier). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010518_fullpdf.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010518_fullpdf.pdf

| Download (4MB)
[thumbnail of Magister Biomedik_MBK2424010518_pernyataan_publikasi.pdf] Text
Magister Biomedik_MBK2424010518_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

| Download (47kB)

Abstract

Latar Belakang: Kerusakan skin barrier merupakan salah satu gangguan kulit yang dipicu oleh paparan sodium lauryl sulfate (SLS). Kondisi ini ditandai dengan penurunan kadar filaggrin serta peningkatan mediator inflamasi, khususnya interleukin-1a (IL-1a). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh krim ekstrak bekatul (rice bran) terhadap kadar filaggrin dan IL-1a pada model kerusakan skin barrier.
Metode: Penelitian eksperimental in vivo dengan rancangan post-test only control group design. 30 ekor tikus Wistar diinduksi SLS 10% dua kali sehari selama 7 hari untuk menghasilkan model kerusakan skin barrier. Tikus dibagi acak menjadi enam kelompok: tikus sehat, kontrol negatif, kontrol positif, krim bekatul 5%, 10%, dan 15%. Krim diaplikasikan topikal satu kali sehari selama 14 hari, kemudian filaggrin dan IL-1a dianalisis menggunakan ELISA.
Hasil: Rata-rata kadar filaggrin pada krim ekstrak bekatul lebih tinggi seiring dengan meningkatnya konsentrasi, dengan nilai paling tinggi pada kelompok bekatul 15% (50,73 ± 5,18 ng/mL), diikuti kelompok bekatul 10% (41,26 ± 5,62 ng/mL) dan kelompok bekatul 5% (38,21 ± 11,92 ng/mL) yang memiliki kadar filaggrin paling rendah. Terdapat perbedaan signifikan pada kelompok bekatul 10% dan 15% dibandingkan kelompok sehat dan negatif. Sementara itu, kadar IL-1a tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok (uji Kruskal–Wallis, p=0,108).
Kesimpulan: Pemberian krim ekstrak bekatul meningkatkan kadar filaggrin secara signifikan, terutama pada konsentrasi 10% dan 15%, yang menunjukkan perbaikan fungsi skin barrier. Namun, pemberian krim ekstrak bekatul belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar IL-1a.

Kata Kunci: rice bran, filaggrin, interleukin-1a, skin barrier, SLS.

Dosen Pembimbing: Hussaana, Atina and Chodidjah, Chodidjah | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Pascasarjana > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Fakultas Kedokteran > Mahasiswa Pascasarjana - Tesis Magister Biomedik
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 29 Apr 2026 01:49
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/46614

Actions (login required)

View Item View Item